“Saya sampaikan bahwa perlu konfirmasi dulu ke bank untuk ikut restrukturisasi. Ada juga nasabah yang marah, karena mengira otomatis libur bayar angsuran pinjaman. Saya bantu agar mereka tidak miskomunikasi,” jelasnya.
Afri mengaku bangga dapat membantu nasabahnya mendapat restrukturisasi kredit, sehingga meringankan beban mereka. Laki-laki asal Sleman Yogyakarta ini bertugas sebagai Mantri KUR sejak Desember 2017.
Sebagai Mantri BRI, Afri sehari-hari ‘blusukan’ dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari calon nasabah, menyapa nasabah di pasar untuk menagih setoran atau ‘jemput bola’ menghimpun simpanan. Dalam sehari, Afri menargetkan minimal dapat mengunjungi 10 orang, dan hal itu dilakoninya dari pagi hingga sore.
“Menjadi Mantri itu banyak sukanya. Saya jadi punya banyak referensi usaha dari nasabah, terus bertemu banyak orang dan jadi tau daerah-daerah baru,” tutur Afri.
Di kala kondisi ekonomi mengalami kontraksi akibat Corona seperti saat ini, Afri mengaku dihadapkan pada tantangan tersendiri untuk memasarkan KUR. Pasalnya, para debitur KUR berpikir ulang untuk mengajukan pembiayaan lagi, akibat kondisi usaha yang sepi. Selain mendapat target menyalurkan pinjaman (KUR), Afri juga harus memasarkan produk simpanan.
“Kita datang ke pedagang di pasar, menawarkan pembukaan tabungan. Kita juga edukasi pedagang-pedagang pasar untuk menggunakan fasilitas/fitur tabungannya. Kalau menawarkan KUR biasanya menggunakan keunggulan produk yakni bunga KUR yang lebih kecil,” papar Afri.
Digitalisasi proses dan layanan yang dihadirkan BRI telah dirasakan manfaatnya oleh Afri melalui pemanfaatan aplikasi BRISPOT. Terlebih lagi di tengah kondisi pandemi saat ini. BRISPOT menjadi tools bagi para Mantri BRI guna menciptakan fleksibilitas dan efektifitas, sehingga proses kredit bisa dilakukan secara digital dengan lebih cepat.
“Sudah lebih cepat, lebih canggih. BRISPOT sangat membantu. Saya berharap, web pasar BRI yang baru saja diluncurkan dapat dimaksimalkan, sehingga membantu UMKM,” tutupnya.
Baca Juga: Terapkan Good Corporate Governance, Bank BRI Dapat Pengakuan Internasional
Berita Terkait
-
BRI Dukung Aktivitas Pasar Tradisional dengan Gerakan Pakai Masker
-
Tim Technical Assistance Bank BRI Telah Aktif Bekerja Membantu Bank Bukopin
-
Program Titip Jual Telkom Tingkatkan Penjualan UMKM Terdampak Covid-19
-
Bank BRI Implementasikan Strategi Dukung Pemerintah Selamatkan UMKM
-
Bantu Pelaku UMKM, Pengajuan Kredit Usaha Rakyat BRI Bisa secara Online
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bank Mandiri Raup 750 Juta Dolar AS dari Global Bond, Oversubscribe 3,3 Kali
-
Produksi Beras Nasional Diproyeksi Turun 380 Ribu Ton, BPS Ungkap Biang Keroknya
-
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia
-
Mitratel Bukukan Kinerja Solid, Laba Bersih Tembus Rp2,1 Triliun
-
Harga Emas Antam Anjlok Rp 65.000 Hari Ini, Simak Rincian Harga Terbarunya!
-
Pemerintah Minta Perkembangan Anak Penerima MBG Dipantau, Dari IQ Sampai Tinggi Badan
-
WFH Diangap Tak Ganggu Produktivitas, Begini Penjelasan Pengamat
-
BPS: Impor RI Februari 2026 Capai Rp 355,1 Triliun, Sektor Migas Turun
-
Sempat Alami Kerugian, KB Bank Indonesia hanya Raup Laba Rp66,59 Miliar
-
Baru Tersentuh 10 Persen, Pesantren Penerima MBG Bakal Diperbanyak