Bisnis / Keuangan
Selasa, 07 Juli 2020 | 08:27 WIB
Kantor Pusat PGN di Jakarta Pusat. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Komisi VII DPR meminta PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN melakukan inovasi bisnis pada kegiatan penyaluran gas, hal ini untuk memperkuat perannya sebagai Subholding gas nasional.

Anggota Komisi VII DPR Ridwan Hisjam mengatakan, sebagai agregator gas, PGN harus membuat terobosan untuk membuka peluang bisnis baru pada sektor gas di tanah air.

"PGN harus melakukan terobosan di bidang gas tidak lagi tradisonal melakukan kegiatan selama ini," kata Ridwan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR dengan Direksi PGN, ditulis Selasa (7/7/2020).

Ridwan menuturkan, terobosan yang bisa dilakukan PGN adalah dengan mengolah gas bumi menjadi bahan baku Liquified Petroleum Gas (LPG).

Dia melihat, jika PGN mampu menggarap gagasan tersebut akan membawa dampak positif bagi negara. Pasalnya, subsidi kebutuhan LPG semakin meningkat, subsidi LPG pun terus bertambah.

"Kita menaikan volume LPG 3 Kg 7,5 juta m3 dari 7 juta. kalau tidak salah kenaikannya subsidinya Rp 2 triliun total Rp 5 triliun," jelas Ridwan.

Ridwan melanjutkan, PGN juga bisa memperluas jangkauan penyaluran gas alam cair (Liquified Natural Gas/LNG) dengan iso tank atau truck pembawa gas.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PGN Suko Hartono mengatakan, PGN telah memiliki rencana pengembangan bisnis ke industri petrokimia dengan melakukan hilirisasi gas dari methanol menjadi Dimethil Ether (DME), produk hilirisasi gas ini bisa menjadi bahan baku pengganti LPG yang sebagian besar masih impor.

PGN pun telah melakukan studi untuk merealisasikan rencana tersebut diperkirakan pada 2022 atau 2023 telah rampung.

Baca Juga: Sekeluarga Korban Tabung Gas Bocor, Api Menyambar saat Listik Dinyalakan

"Kemudian amonia dan turunannya kami batasi portofolio 5—15 persen karena itu bukan bisnis kami, itu bisnis kerja sama dengan subholding kilang, kami melihat kami bisa meningkatkan volume dan kami tahu bisnis di hilir. Jadi kami masuk portofolio hilir di petrochemic, di methanol dan DME karena itu bisa gantikan LPG," tutur Suko.

Inovasi lainnya adalah memperluas penyaluran gas ke konsumen rumah tangga di wilayah yang belum terdapat jaringan pipa gas, dengan menggunakan LNG yang dibawah oleh ISO tank, proyek ini akan dikerjasamakan dengan badan usaha swasta atau pengembang.

PGN juga akan mengembangkan bisnis pengadaan internet dengan memanfaatkan jaringan gas bumi untuk memasang kabel fiber optik.

"Kami punya anak perusahaan PGASCom kami pasang jaringan pipa pakai fiber optik untuk kontrol laju arus dsb, kami pasang LNG storage depan perumahan kami pasang infrasturkur pipa sekalian monitoring fiber optik, tapi ternyata bisnsi ini luar biasa kami bisa lakukan tambahan menjual produk internet data dan televisi nanti muncul produk gasnet jualan gas bonus internet dan TV," paparnya.

Suko mengharapkan, dalam menjalankan peran sebagai Subholding gas PGN masih memerlukan kepastian pasokan gas baik dari sumur gas atau LNG.

Padahal, jika sudah ada kepastian penyerap gas akan membuat kegiatan pencarian gas bergairah karena sudah ada kepastian pembeli gas.

Load More