- Harga minyak dunia melonjak lebih dari dua persen pada Jumat, 8 Mei 2026, akibat ketegangan militer di Selat Hormuz.
- Konflik terjadi setelah baku tembak antara pasukan Amerika Serikat dan Iran yang mengancam stabilitas pasokan energi global.
- Lonjakan harga minyak mentah terjadi bersamaan dengan penguatan dolar AS karena investor mencari aset aman dari ketidakpastian.
Suara.com - Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 persen pada perdagangan Asia hari Jumat 8 Mei 2026, menyusul insiden baku tembak antara pasukan Amerika Serikat dan Iran di dekat Selat Hormuz. Ketegangan geopolitik ini kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.
Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent untuk kontrak Juli naik 2,1 persen ke level 103,37 dolar AS per barel pada pukul 08.05 WIB.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak 2,2 persen menjadi 96,90 dolar AS per barel.
Lonjakan harga ini terjadi setelah Iran menuduh militer Amerika Serikat menargetkan kapal tanker minyak mereka dan menyerang wilayah Pulau Qeshm serta area pesisir sekitarnya.
Sebaliknya, militer AS menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan upaya bela diri setelah drone dan rudal Iran menargetkan tiga kapal perusak Angkatan Laut AS yang sedang melintasi jalur strategis tersebut.
Meskipun situasi memanas, Presiden AS Donald Trump mencoba menenangkan pasar dengan menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran masih berlaku.
Namun, para pelaku pasar tetap waspada mengingat Selat Hormuz merupakan jalur krusial yang dilewati oleh seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.
Insiden ini menandai pelanggaran paling serius terhadap gencatan senjata rapuh yang ditengahi pada April lalu.
Selain melambungkan harga komoditas energi, ketegangan ini juga mendorong penguatan dolar AS karena investor mulai beralih ke aset aman (safe-haven) di tengah ketidakpastian konflik di Timur Tengah.
Baca Juga: Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai
Berita Terkait
-
Trump Akan Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Turun
-
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI Berdiri, BI Tunjuk Biang Keroknya
-
Nilai Tukar Rupiah Diramal Bisa Terus Melemah Hingga ke Level Rp 17.550/USD
-
Konflik AS-Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Dunia Kini Berbalik Melemah
-
Harga Minyak Melonjak 6 Persen Usai Iran Serang UEA, Selat Hormuz Makin Panas!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak
-
Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?
-
Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi
-
Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis
-
Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru
-
Cara Payfazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan
-
Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.839.000/Gram
-
MARK Tebar Dividen Rp50 per Saham, Cek Jadwalnya di Sini
-
Dukung HKI, Menekraf Teuku Riefky Sebut Shopee Motor Baru Ekonomi Sektor Penerbitan