Bisnis / Energi
Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:22 WIB
Insiden baku tembak antara pasukan Amerika Serikat dan Iran di dekat Selat Hormuz. [Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Harga minyak dunia melonjak lebih dari dua persen pada Jumat, 8 Mei 2026, akibat ketegangan militer di Selat Hormuz.
  • Konflik terjadi setelah baku tembak antara pasukan Amerika Serikat dan Iran yang mengancam stabilitas pasokan energi global.
  • Lonjakan harga minyak mentah terjadi bersamaan dengan penguatan dolar AS karena investor mencari aset aman dari ketidakpastian.

Suara.com - Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 persen pada perdagangan Asia hari Jumat 8 Mei 2026, menyusul insiden baku tembak antara pasukan Amerika Serikat dan Iran di dekat Selat Hormuz. Ketegangan geopolitik ini kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent untuk kontrak Juli naik 2,1 persen ke level 103,37 dolar AS per barel pada pukul 08.05 WIB.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak 2,2 persen menjadi 96,90 dolar AS per barel.

Lonjakan harga ini terjadi setelah Iran menuduh militer Amerika Serikat menargetkan kapal tanker minyak mereka dan menyerang wilayah Pulau Qeshm serta area pesisir sekitarnya.

Sebaliknya, militer AS menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan upaya bela diri setelah drone dan rudal Iran menargetkan tiga kapal perusak Angkatan Laut AS yang sedang melintasi jalur strategis tersebut.

Meskipun situasi memanas, Presiden AS Donald Trump mencoba menenangkan pasar dengan menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran masih berlaku.

Presiden AS, Donald Trump [The White House]

Namun, para pelaku pasar tetap waspada mengingat Selat Hormuz merupakan jalur krusial yang dilewati oleh seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Insiden ini menandai pelanggaran paling serius terhadap gencatan senjata rapuh yang ditengahi pada April lalu.

Selain melambungkan harga komoditas energi, ketegangan ini juga mendorong penguatan dolar AS karena investor mulai beralih ke aset aman (safe-haven) di tengah ketidakpastian konflik di Timur Tengah.

Baca Juga: Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Load More