Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menginginkan semua pihak kompak dalam menangani pandemi virus corona atau Covid-19 ini.
Sehingga, penanganan virus corona dari sisi ekonomi maupun kesehatan di Indonesia bisa cepat ditangani.
Menurut Mantan Menkopolhukam ini, jika terdapat kekurangan dari salah satu pihak, maka jangan menyalahkan pihak tersebut. Justru, semua pihak harus membantu perbaiki kekurangan itu.
"Semua kita kompak agar kita padu terintegrasi menangani masalah ini, tidak boleh salah menyalahkan. Kalau ada kekurangan satu tempat dan satu teman kita saling perbaiki. Tak ada dalam suasana merasa paling baik dalam konteks ini," ujar Luhut, Senin (27/7/2020).
Luhut pun menginginkan Indonesia mengikuti Negara Jerman yang dianggap berhasil secara cepat menangani pandemi Covid-19.
Keberhasilan Jerman itu, terang Luhut, tak luput dari kekompakan pemerintah hingga swasta dalam menangani pandemi Covid-19.
"Sekali lagi kita niru Jerman. Jerman menjadi negara yang bagus, juga kita melihat Taiwan menjadi model karena mereka kompak atasi masalah ini," ucap Luhut.
Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 677,2 triliun untuk percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.
Ia pun mengingatkan jajarannya untuk melakukan langkah yang cepat dan tepat serta akuntabel dalam hal penanganan percepatan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.
Baca Juga: Luhut: Indonesia Akan Jadi Pemain Utama Mobil Listrik karena Hilirisasi
"Saya mengingatkan, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 677,2 T untuk percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional," kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi telah membentuk komite kebijakan dan dibentuk satu tim untuk pengendalian penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.
Komite itu akan memantau ketersediaan peralatan uji maupun pengembangan vaksin Covid-19, hingga program perekonomian yang bersifat multi years.
Sementara dari sisi ekonomi, kebijakan utama pemerintah antara lain, melanjutkan Stimulus Fiskal 2020 dan Stimulus Fiskal 2021, baik Kementerian/Lembaga (K/L) maupun Non-K/L dan Pemda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Permintaan Obligasi Indonesia Turun ke Titik Terendah dalam Setahun Terakhir
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Pertamina Gagalkan Pencurian 10 Ton Minyak Mentah di Prabumulih
-
Pandu Sjahrir Beberkan Mekanisme Danantara Investasi di Pasar Saham
-
Danantara Tak Mau Ikut Campur Soal Saham Gorengan yang Diusut Bareskrim
-
Tak Lagi Andalkan Listrik, Bisnis Beyond kWh Didorong Jadi Sumber Pertumbuhan
-
Setelah Perbaiki KRAS, Danantara Bangun Pabrik Baja Baru
-
BRI Perkuat Transformasi Digital, Pengguna BRImo Tembus 45,9 Juta
-
KPK OTT Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sekaligus, Purbaya: Saya Dampingi Tapi Tak Intervensi
-
Anak Buah Menkeu Purbaya Kena OTT KPK