Suara.com - Harga emas dunia pada akhir pekan lalu merosot ke level terendahnya dalam 2 bulan terakhir. Hal ini karena investor mencari perlindungan dari kenaikan kasus virus corona dan ketidakpastian atas stimulus fiskal selanjutnya untuk membantu ekonomi AS.
Mengutip CNBC, Senin (28/9/2020) harga emas spot turun 0,2 persen menjadi 1.864,39 dolar AS per ounce, sementara emas berjangka AS turun 0,6 persen pada harga 1.866,30 dolar AS per ounce.
Untuk minggu ini, emas turun sekitar 4,4 persen sejauh ini.
Seorang anggota parlemen mengatakan Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat AS sedang mengerjakan paket stimulus virus corona senilai 2,2 triliun dolar AS yang dapat divoting pada minggu depan.
Federal Reserve minggu ini berbicara tentang pentingnya lebih banyak stimulus fiskal di tengah kekhawatiran investor akan pukulan ekonomi dari pandemi virus corona.
Emas berpotensi bergerak terbatas kata analis TD Securities yang mengatakan dalam sebuah catatan.
Logam lainnya seperti platinum turun tipis 0,1 persen menjadi 847,81 dolar AS sementara perak turun 0,8 persen menjadi 23,02 dolar AS per ounce.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
DPR-Danantara Mau 'Serok' Saham BUMN, Emiten Bank Himbara Siap-siap Rebound?
-
Telkom Gelar RUPST Tahun Buku 2025 dan Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun
-
Bahlil Ngebut Terapkan B50, Uji Coba Belum Tuntas
-
DPR Kumpulkan Bos Himbara, Bahas Rencana Buyback Saham BUMN saat Harga Murah
-
Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?
-
CFX Dorong Kedaulatan Ekosistem Aset Kripto Nasional Lewat Inovasi dan Infrastruktur Digital
-
Cabai Tembus Rp78.850, Bawang dan Beras Ikut Naik, Tekanan Harga Pangan Makin Berat
-
Minerba Sempat Dihantui Ketidakpastian, Industri Lega Pemerintah Batalkan Skema Gross Split
-
Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?