Suara.com - Baznas mendorong konsep Zakatech dalam pengelolaan zakat di seluruh dunia, terutama pada masa pandemi Covid-19 saat ini.
Hal tersebut menjadi pembahasan utama Konferensi Zakat Internasional ke-4 atau The 4th International Conference of Zakat (ICONZ) tahun 2020 dengan tema “ZakaTech for Inclusive Development”. Acara diselenggarakan secara daring pada Rabu, (7/10/2020) hingga Kamis (8/10/2020).
ZakaTech dimaknai sebagai penggunaan teknologi yang relevan dalam manajemen perzakatan, sehingga dapat mengaktifkan peran zakat yang lebih luas lagi dalam pembangunan yang inklusif.
Acara ini merupakan kerjasama antara Pusat Kajian Strategis Baznas (Puskas-Baznas), Kementerian Agama Indonesia, Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Trisakti dan Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Airlangga, sedangkan penyelenggaraanya dilakukan secara daring melalui platform online conference.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Prof. Dr. Bambang Sudibyo MBA. CA mengatakan, masyarakat dunia saat ini tengah menghadapi pandemi Covid-19 yang memberikan dampak buruk pada kehidupan masyarakat, terutama bagi golongan mustahik yang selalu menjadi kelompok paling rentan.
"Karena itu perlu ada langkah pasti untuk menjawab persoalan tersebut dan harus bergerak bersama-sama," katanya.
Ia menambahkan, pembatasan kontak fisik antar individu masih menjadi kunci utama dalam pengendalian penyebaran virus. Hal ini tentu menjadi tantangan besar bagi para lembaga atau pegiat zakat dalam melayani mustahik yang membutuhkan perhatian.
“Baznas mendorong lembaga-lembaga amil zakat di Indonesia khususnya untuk mengembangkan pengelolaan zakat berbasis teknologi dalam melayani mustahik dan muzaki. Baznas berharap, melalui konferensi ini, akan ditemukan gagasan-gagasan yang bisa menjawab permasalahan pelayanan terhadap mustahik juga para muzaki atau orang yang menunaikan zakat, di tengah pandemi,” katanya.
Konferensi ini menghadirkan berbagai narasumber yang memiliki kualifikasi tinggi di bidang zakat yang terdiri dari regulator, praktisi, peneliti dan juga akademisi. Pemaparan mereka akan disimak oleh sekitar 500 peserta berasal dari penjuru dunia.
Baca Juga: Hari Batik Nasional, Baznas Ajak Masyarakat Beli Produk Perajin Tradisional
Beberapa narasumber diantaranya adalah, Wakil Menteri Agama Indonesia, Dr. KH Zainut Tauhid Sa’adi, Lead Research Economist Islamic Development Bank (IsDB) Dr. Mohammed Obaidullah Ketua National Zakat Foundation (NZF) Worldwide Azim Kidwai, Dr. Aishath Muneeza INCEIF Malaysia, Prof. Muhammad Zilal Hamzah Profesor Universitas Trisakti, dan lain sebagainya.
Konferensi Zakat Internasional ke-4 dibagi menjadi tiga pleno dan pada sesi parallel turut mengundang 40 akademisi dan peneliti dari berbagai latar belakang dan universitas terkemuka di Indonesia untuk mempresentasikan dan mendiskusikan penelitian mereka yang berkaitan dengan tema utama.
Konferensi ini diharapkan dapat memunculkan kesempatan dan inovasi mengenai ZakaTech yang dapat membantu lembaga zakat untuk memenuhi aspirasi zakat.
Direktur Pusat Kajian dan Strategis (PUSKAS) Baznas, Dr. Muhammad Hasbi Zaenal mengatakan, pada zaman kemajuan seperti sekarang ini, pemanfaatan teknologi dalam menjalankan kehidupan sehari-hari sangat mempermudah. Dalam memenuhi kebutuhan ibadah, memanfaatkan teknologi ialah dibolehkan selama itu tidak menyalahi syariat.
Sesuai tema “ZakaTech for Inclusive Development”, pemanfaatan kemajuan teknologi menjadi salah satu cara yang diharapkan bisa memberikan jawaban dalam pelayanan zakat dalam menghadapi tantangan di tengah pandemi Covid-19.
“Pemanfaatan teknologi dalam proses penghimpunan, seperti zakat digital, dapat membantu muzaki dalam menunaikan tanggung jawabnya dalam menunaikan zakat. Teknologi pada penyaluran zakat juga dinilai menjadi sangat krusial agar manfaat dan dampak zakat semakin dapat dirasakan bagi mustahik dan masyarakat yang terdampak secara ekonomi,” katanya.
Berita Terkait
-
Hari Batik Nasional, Baznas Ajak Masyarakat Beli Produk Perajin Tradisional
-
Baznas Gandeng Formula Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sukabumi
-
Tahap I Sukses, Baznas Lanjutkan Program Donasi Beasiswa Pasca Pandemi
-
Zakat Jadi Stimulan Konsumsi saat Pandemi
-
WOM Finance Gandeng Baznas Tingkatkan Literasi Keuangan Pengusaha Mikro
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange
-
Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA
-
Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?
-
Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21
-
Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV
-
Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025
-
BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya
-
DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April
-
Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora
-
Pariwisata RI Kembali Bergairah Awal 2026, Didominasi Turis China