Suara.com - Bank BRI terus memberikan dukungan pada pelestarian lingkungan hidup di Indonesia melalui Corporate Social Responsibility (CSR) BRI, dalam rangka mewujudkan lingkungan yang sehat, asri dan berdaya saing untuk terus produktif. Salah satunya berupa pemberdayaan ekonomi desa yang disalurkan kepada salah satu platform daring, benihbaik.com.
Melalui tema “Satu Pohon Satu Keluarga”, BRI membantu Rp 750 juta dalam bentuk 4.320 bibit Durian Bawor kepada warga Banyumas, Jawa Tengah.
“Kami memang sangat peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup di Indonesia, oleh karena itu, kami mendukung benihbaik.com untuk secara bersama sama berkontribusi pada pelestarian lingkungan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, salah satunya dengan memberikan bibit Durian Bawor kepada masyarakat” ungkap Corporate Secretary Bank BRI, Aestika Oryza Gunarto.
Selain memberikan dukungan kepada platform sosial, BRI juga memiliki program pelestarian lingkungan hidup yang bertema “BRI Bersih-bersih Kali” di 19 kota di seluruh Indonesia. Program ini merupakan inisiasi BRI untuk mengembalikan fungsi sungai sebagaimana mestinya agar memberikan manfaat kepada masyarakat Indonesia.
”Program yang telah dimulai sejak 2019 tersebut diprioritaskan di beberapa kota di Indonesia. BRI mengacu pada konsep Triple Bottom Line, yang berdasar pada keberlanjutan, yakni Pro People, Pro Planet dan Pro Profit. Melalui kegiatan ini, BRI hendak mengubah sungai di kota-kota di Indonesia agar menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat,“ ungkap Aestika.
Secara bertahap, BRI akan mengimplementasikan Pro Planet dan Pro People dengan melakukan pembersihan sungai dan pengelolaan sampah yang benar, yang akan memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat sekitar. Uang yang dihasilkan dari penjualan sampah akan ditabung melalui rekening BRI dan dan bisa ditarik lewat AgenBRILink, Unit Kerja BRI, maupun jaringan e-channel milik BRI lainnya.
“Melalui berbagai kegiatan CSR ini, BRI akan terus mendorong perubahan cara pandang masyarakat akan fungsi dan peran sungai dalam kehidupan. Aliran sungai yang bersih dan tertata tidak hanya memperkecil potensi terjadinya banjir saat hujan. Lebih dari itu, sungai mampu memberikan dampak ekonomi dan menggerakan ekonomi masyarakat,” tutup Aestika.
Berita Terkait
-
Pendekatan Digital BRI Bantu Akselerasi Inklusi Keuangan Sektor Mikro
-
Penerapan Nilai Sosial dan Ekonomi Beriringan Mampu Jaga Kinerja BRI
-
Di Tengah Pandemi, BRI Berupaya Lakukan Transformasi Human Capital
-
Sungai Bendung jadi Percontohan untuk Masyarakat Kota Palembang
-
BRI Alokasikan Capex Hingga 4 Persen dari Total Pendapatan
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce
-
DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah
-
Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi
-
Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?
-
Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman
-
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
-
Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi
-
Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun