Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini perkembangan industri teknologi finansial atau fintech tanah air akan berkembang pesat. Bahkan Airlangga yakin industri satu ini akan merajai kawasan ASEAN.
Keyakinan tersebut kata dia ketika hasil survei Google dan Temasek yang menempatkan Indonesia sebagai negara paling pesat perkembangan fintech-nya.
"Pada 2019, Google dan Temasek memprediksi Indonesia adalah pertumbuhan tercepat di lingkup ASEAN," kata Airlangga dalam sebuah webinar, Rabu (11/11/2020).
Dirinya menyebut, fintech memiliki peranan besar dalam hal ini, dengan estimasi nilai sebesar 40 miliar dolar AS dan pertumbuhan tahunan sebesar hampir 50 persen.
“Pada tahun 2025, fintech diperkirakan bernilai lebih dari 100 miliar dolar AS, didorong terutama oleh pembayaran digital, e-commerce, layanan transportasi online, distribusi barang, dan lain-lain,” papar Menko Airlangga.
Pada tahun 2020, Indonesia juga terus mengejar Singapura dalam jumlah fintech. Singapura memiliki 39 persen dari seluruh jumlah fintech di ASEAN, diikuti oleh Indonesia (20 persen), Malaysia (15 persen), dan Thailand (10 persen).
Airlangga menjelaskan, fintech akan terus memainkan peranan penting dalam inklusi keuangan yang sudah mencapai sekitar 76 persen.
“Saya percaya kita bisa memenuhi target keuangan yang inklusif di tahun 2024 sebesar 90 persen,” katanya.
Oleh karena itu, digitalisasi layanan keuangan akan menjadi isu krusial dan menjadi tantangan bersama, termasuk soal kebutuhan infrastruktur yang lebih kuat.
Baca Juga: Jokowi Ingatkan Pelaku Fintech Tak Salahgunakan Data Pribadi
Ia pun menyebutkan sektor fintech merupakan salah satu sektor yang paling dinamis, kompetitif, dan menjadi bagian penting dari ekonomi digital.
“Kolaborasi pemerintah, akademisi, media massa, sektor bisnis, dan masyarakat diperlukan untuk pemulihan ekonomi nasional. Termasuk dalam hal inisiatif sektor keuangan dan teknologi finansial,” ujarnya menambahkan.
Berita Terkait
-
Jokowi Ingatkan Pelaku Fintech Tak Salahgunakan Data Pribadi
-
Jokowi: Fintech Jangan Cuma Cari Untung, Tapi Beri Edukasi Keuangan
-
Pemerintah Dorong Peran Fintech Percepat Inklusi Keuangan
-
Aplikasi HSB Permudah Trading Forex Hingga Edukasi Seputar Ekonomi
-
Program Kartu Prakerja Dukung Percepatan Percapaian Target Inklusi Keuangan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun