Bisnis / Makro
Rabu, 11 November 2020 | 16:58 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia. [Antara]

Suara.com - Bank Indonesia memiliki dua strategi untuk membangkitkan perekonomian Indonesia yang sekarang sedang resesi. Dua strategi ini diyakini Gubernur BI Perry Warjiyo bisa mengembalikan perekonomian tumbuh di level 5 persen.

Strategi pertama, BI mengeluarkan berbagai kebijakan agar kegiatan ekonomi dan perbankan. Salah satunya menurunkan suku bunga acuannya 4 persen.

"Ekonomi kita membaik dari kuartal II ke kuartal III. Kuartal IV Insya Allah positif, 2021 5 persen selanjutnya mengarah ke 6 persen. Lebijakan pemerintah KSSK sangat erat dan akan mendukung pertumbuhan ekonomi kita sehingga secara keseluruhan ekonomi akan membaik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kita," ujar Perry dalam diskusi secara virtual, Rabu (11/11/2020).

Strategi kedua, transformasi digital pada layanan keuangan akan digalakkan oleh BI.

Sekarang ini, BI telah memiliki sistem pembayaran digital yang terintegrasi.

"Kita mulai banyak inisiatif, seperti inisatif QRIS yang sekarang sudah lebih dari 5 juta merchant tersambung, digital payment sistem sambungkan semuanya dengan QRIS," katanya.

Selain itu, transformasi digital di perbankan juga akan dilakukan. Ia mencatat telah ada 15 bank yang sudah melakukan digitalisasi.

"Lalu, kita juga akan luncurkan BI fast payment tahun depan. Infrastruktur sedang kita siapkan, yang tahun depan sudah sambungkan end-to-end transaksi ritel payment. ini akan mempercepat sistem pembayaran," kata dia.

Baca Juga: Cara Tukar Uang Rusak ke Bank Indonesia

Tag

Load More