Suara.com - Check Point Software Technologies Ltd (NASDAQ: CHKP) resmi mengumumkan bahwa kantor pusat untuk wilayah Asia Pasifiknya, yang berlokasi di Singapura, telah berinvestasi dalam kapabilitas cloud geofenced lokal untuk membantu organisasi-organisasi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menjaga beban kerja cloud tetap aman, sambil tetap memenuhi persyaratan residensi dan kepatuhan data lainnya, seperti MAS TRM, HIPPA, GDPR, NIST dan PCI-DSS.
Saat organisasi beralih ke cloud publik, mereka perlu memastikan bahwa lingkungan dan beban cloud publiknya, telah mengikuti praktek keamanan yang terbaik dan memenuhi standar kepatuhan.
Karena sifat cloud adalah dinamis dan cekatan, maka praktek kepatuhan yang berkelanjutan dan remediasi otomatis kesalahan konfigurasi, perlu untuk diterapkan.
Solusi Manajemen Postur Keamanan Cloud CloudGuard merupakan bagian dari Check Point CloudGuard Cloud Security platform.
Solusi ini menampilkan GSL Builder yang unik, yang memberi manfaat keamanan bagi organisasi ketika menggunakan cloud publik, sambil tetap memenuhi standar residensi dan kepatuhan data secara sederhana dan efisien.
Bahkan selama migrasi cloud dan berada di lingkungan multi-cloud, pelanggan dapat tetap patuh dengan melihat dan memodifikasi lingkungan cloud mereka berdasarkan rekomendasi yang diberikan dari solusi tersebut.
Solusi tersebut juga telah dilengkapi dengan CloudGuard Intelligence and Threat Hunting, teknologi intelijen keamanan native cloud, yang memberikan deteksi intrusi cloud, visualisasi lalu lintas jaringan, dan analitik aktivitas pengguna.
Dengan ini, pelanggan dapat mengidentifikasi lalu lintas dari sumber yang tidak diinginkan, atau celah dalam pengaturan keamanan, dan memperbaikinya.
CloudGuard menggabungkan inventaris cloud dan informasi konfigurasi dengan data pemantauan waktu nyata dari berbagai sumber, termasuk dari VPC Flow Logs, CloudTrail, AWS Inspector, serta umpan intelijen ancaman saat ini, reputasi IP, dan database geolokasi.
Baca Juga: Rubrik, Perintis Platform Pengelolaan Data Cloud Lakukan Pembaruan Besar
“Asia Tenggara tetap menjadi kunci bagi Check Point di Asia Pasifik, dan investasi pada kapabilitas cloud kami di Singapura merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan kami kepada pelanggan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pandemi virus corona telah mengakibatkan lebih banyak organisasi di kawasan ini beralih ke cloud untuk mendukung kerja jarak jauh dan kolaborasi online,” kata Sharat Sinha, Vice President and General Manager, Asia Pacific & Japan, Check Point Software Technologies, dalam keterangannya Rabu (25/11/2020).
“Pada saat yang sama, kami memahami bahwa mereka masih memiliki persyaratan residensi dan kepatuhan data, terutama di industri seperti Jasa Keuangan dan Pemerintah. Karena semakin banyak pelanggan kami yang pindah ke cloud, Check Point akan hadir untuk mengamankan beban kerja dan memenuhi kebutuhan keamanan cloud mereka dengan rangkaian lengkap solusi industri terkemuka kami,” Sharat Sinha menambahkan.
CloudGuard Cloud Security Posture Management membantu perusahaan mengotomatiskan tata kelola di seluruh aset dan layanan multi-cloud melalui kapabilitas utama seperti visualisasi dan penilaian postur keamanan, deteksi kesalahan konfigurasi, dan penerapan praktik terbaik keamanan dan kerangka kerja kepatuhan.
"Solusi keamanan Check Point adalah salah satu yang pertama mengadopsi pendekatan pencegahan terhadap keamanan di industri," pungkas Sharat Sinha.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
Terkini
-
BPS Ungkap Dampak Bencana Sumatera pada Perekonomian Indonesia, Begini Penjelasannya
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, Rupiah Malah Amblas ke Level Rp16.842!
-
COIN Optimistis Pemangkasan Biaya Transaksi CFX Akan Picu Efek Berganda
-
Izin Impor BBM Shell Belum Terbit, ESDM: Masih Dievaluasi!
-
Meski Turun, Jumlah Pengangguran RI Capai 7,35 Juta Orang
-
BPS Sebut Investasi Tumbuh Dua Digit di 2025, Ini Penyebabnya
-
ESDM Pastikan RKAB Batu Bara yang Beredar Hoaks
-
Besok Danantara Mulai 6 Proyek Hilirisasi Rp 97 Triliun
-
Naik TransJakarta Bisa Bayar Pakai GoPay, Begini Caranya