- Realisasi investasi Q4 2025 tumbuh 9,74% y-o-y, disampaikan Kepala BPS di Jakarta pada 5 Februari 2026.
- Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sepanjang 2025 tumbuh 5,09% dan berkontribusi 28,77% pada PDB.
- Kebijakan ekonomi stabil, inflasi terkendali, menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,11% sepanjang 2025.
Suara.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar, menyampaikan realisasi investasi dalam negeri dan asing pada kuartal IV 2025 tumbuh cukup kuat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ia menganggap hal ini merupakan torehan positif dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Realisasi investasi dalam negeri dan asing pada Q4 2025 tumbuh 9,74 persen secara year-on-year dan 12,66 persen secara kumulatif,” ujar Amalia di Kantor BPS RI, Kamis (5/2/2026).
Pertumbuhan investasi tersebut sejalan dengan meningkatnya pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang menjadi komponen penting dari sisi pengeluaran.
Sepanjang 2025, PMTB tercatat tumbuh positif dan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk tahun 2025, kontribusi PMTB terhadap PDB dari sisi pengeluaran tercatat sebesar 28,77 persen.
Pertumbuhan PMTB sepanjang tahun 2025 mencapai 5,09 persen, mencerminkan meningkatnya aktivitas penanaman modal dan belanja barang modal.
Menurut Amalia, pertumbuhan PMTB tercermin dari berbagai indikator barang modal. Di antaranya peningkatan impor mesin produksi industri serta belanja pemerintah untuk peralatan dan mesin.
“Pertumbuhan PMTB ini sejalan dengan peningkatan realisasi investasi yang dicatat oleh BKPM sebesar 12,66 persen,” katanya.
Baca Juga: Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Topang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Selain investasi, BPS menilai kebijakan ekonomi turut berperan dalam menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025.
Stabilitas inflasi dan kebijakan suku bunga menjadi salah satu faktor pendukung iklim usaha dan konsumsi domestik.
“Kebijakan ekonomi seperti pengendalian inflasi dan tingkat suku bunga juga terlihat mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ungkap Amalia.
Kondisi tersebut turut menopang aktivitas produksi dan investasi, terutama di sektor manufaktur. Pada kuartal IV 2025, indeks manufaktur berada di zona ekspansi, menandakan aktivitas industri yang masih tumbuh.
Selain itu, produksi industri pengolahan pada kuartal IV 2025 tumbuh 7,27 persen secara year-on-year, sementara secara kumulatif sepanjang 2025 tumbuh 13,29 persen.
Capaian ini memperkuat peran sektor industri sebagai motor pertumbuhan ekonomi.
Berita Terkait
-
Danantara Akan Atur Pemanfaatan Lahan yang Dirampas Satgas PKH dari 28 Perusahaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
Genjot Hilirisasi, Menperin Bidik Investasi Rp852,9 Triliun Masuk Industri Manufaktur pada2026
-
Bawa Oleh-oleh Investasi Rp90 Triliun, Prabowo Disebut Bikin Investor Asing Makin Percaya RI
-
Danantara Borong Investasi dari Yordania di Ajang WEF
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!
-
Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026
-
OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal
-
Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi
-
Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun
-
Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz
-
Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak
-
Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?
-
Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi