Suara.com - Untuk mencanangkan Program Padat Karya Perumahan Swadaya (BSPS) tahun ini di Sumatera Utara (Sumut), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 126 miliar. Dana ini digunakan untuk pembangunan 7.077 unit rumah tak layak huni (RTLH), yang tersebar di 15 kabupaten dan progres fisiknya telah mencapai 90 persen.
“Program BSPS adalah upaya pemerintah untuk membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Kami ingin meningkatkan kualitas rumah masyarakat agar lebih layak huni,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid saat melakukan kunjungan kerja ke Sumut beberapa waktu lalu.
“Dalam penyaluran dana BSPS ini, tidak adanya pungutan biaya sama sekali. Masyarakat bisa berswadaya dalam membangun rumahnya,” tambahnya, saat meninjau bedah rumah yang sudah mendapatkan bantuan dari PUPR, sekaligus memasang paneng BSPS, di Desa Pematang Siantar.
Penyaluran Program BSPS di Sumut terbagi di 15 kabupaten/kota, diantaranya Kota Hubang Hasandutan 2.000 unit, Kota Langkat 200 unit, Kota Tapanuli Selatan 250 unit, Kota Karo 872 unit, Kota Simalungun 335 unit, Kota Tapanuli Utara 1200 unit, Kab. Samosir 500 unit, Kab, Nias Selatan 250 unit, Kab. Toba 410 unit, Kab. Batubara 140 unit, Kab. Padang Lawas Utara 200 unit, Kab. Serdang Badagai 300 unit, Kab. Padang Lawas 220 unit, Kota Sibolga 100 unit dan Kabupaten Labuhan Batu Selatan 100 unit.
“Kami berharap, ke depan, Program BSPS dapat lebih memberikan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat ekonomi lemah, dalam hal rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni di Sumatera Utara,” katanya.
Salah satu penerima bantuan, Dedy Andriasakim dan istrinya, Sesta Tambungan, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada PUPR atas bantuan sehingga rumahnya kini menjadi layak dan nyaman.
“Terima kasih banyak, karena berkat Program BSPS ini, saya dan keluarga kini bisa punya rumah layak huni. Semoga berkah. Horas!” katanya.
Berita Terkait
-
Dendam dengan Abang Korban, Masri Bunuh Siswa SMP di Sumut
-
Terima Penghargaan, PUPR Dinilai Mampu Memberi Layanan kepada Publik
-
Dinkes: Pembagian Vaksin Covid-19 di Sumut Tertunda
-
Sah! RAPBD Simalungun Rp 2,3 Triliun Tahun 2021
-
Sekolah Akan Tatap Muka Mulai Januari 2021, Ini Kata Gubsu Edy Rahmayadi
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Klaim Swasembada Dibayangi Risiko, Pengamat Ingatkan Potensi Penurunan Produksi Beras
-
Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026
-
BBRI Diborong Asing Habis-habisan, Segini Target Harga Sahamnya
-
Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas
-
Update Pangan Nasional 11 Januari 2026: Harga Cabai Kompak Turun, Jagung Naik
-
8 Ide Usaha Makanan Modal Rp500.000, Prediksi Cuan dan Viral di Tahun 2026
-
Saham BUMI Dijual Asing Triliunan, Target Harga Masih Tetap Tinggi!
-
ANTM Gelontorkan Rp245,76 Miliar untuk Perkuat Cadangan Emas, Nikel dan Bauksit
-
AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini Mekanismenya
-
Harga Emas Akhir Pekan Stabil, Pegadaian Sediakan Berbagai Variasi Ukuran