Suara.com - Pemerintah baru saja mendatangkan sebanyak 1,2 juta dosis vaksin virus corona atau Covid-19 dari perusahaan farmasi asal China Sinovac pada Minggu kemarin.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun mengatakan, kehadiran vaksin ini menjadi game changer bagi kondisi ekonomi nasional yang telah mengalami stagnasi selama hampir 9 bulan akibat pandemi Covid-19.
"Covid-19 buat kita adalah game changer maka vaksin menjadi game changer juga buat kita," kata Sri Mulyani dalam acara Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) secara virtual, Selasa (8/12/2020).
Meski ada vaksin, Sri Mulyani menekankan pentingnya menjaga protokol kesehatan, karena pemberian vaksin sendiri masih memerlukan waktu yang cukup lama.
"Tapi tetap menjaga protokol kesehatan karena vaksin masih akan berjalan secara bertahap, maka penerapan 3M menjadi penting tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan meskipun kita sudah mulai melakukan pengadaan vaksin," ucapnya.
Selain itu kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law juga menjadi salah satu game changer dalam pemilihan ekonomi nasional.
"Selain itu yang menjadi game changer kita adalah melakukan berbagai langkah reformasi struktural. Salah satunya yaitu omnibus law cipta kerja," katanya.
Kata dia, reformasi struktural merupakan upaya pemerintah untuk memperbaiki fondasi-fondasi ekonomi Indonesia.
"Metal struktural yang harus tetap kita hadapi dan kita selesaikan, maka perubahan-perubahan itu perlu dilakukan," pungkasnya.
Baca Juga: Bersiap Lakukan Vaksinasi, Kanada Terima Vaksin Pfizer Tahun Ini
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
-
Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja
-
Tukar Uang di BCA Minimal Berapa? Ini Tata Cara Jelang Ramadan 2026