Suara.com - Menjelang akhir 2020, Peruri meluncurkan wadah riset, pengembangan dan inovasi yang bernama Peruri Research Institute for Authenticity (PRIfA).
Bersamaan dengan acara ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman / Memorandum of Understanding (MoU) secara daring yang menghubungkan beberapa kota dan negara.
Pada sesi pertama, penandatanganan dilakukan oleh Peruri dengan beberapa perguruan tinggi yakni UGM, UNDIP dan USU tentang Integrasi dan Sinergi Riset.
Dalam kesempatan sebelumnya, Peruri terlebih dahulu telah melakukan penandatanganan MoU dengan ITB dan UNPAD yang di dalamnya juga mencakup kerja sama riset.
Sesi selanjutnya, penandatanganan MoU dilakukan oleh Peruri dengan Sicpa Swiss dan Giesecke+Devrient Jerman sebagai mitra industri tentang Riset dan Pengembangan.
Hadir pada acara ini yaitu seluruh Direksi Peruri, jajaran Dewan Pengawas Peruri, Deputi Bidang SDM dan TI Kementerian BUMN, Alex Denni, Dirjen Dikti Kemendikbud, Prof. Nizam, Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono, Rektor UNDIP, Prof. Yos Johan Utama, Wakil Rektor USU, Prof. Mahyuddin Nasution, Kepala Biro Kemitraan ITB, Prof. Taufiq Hidayat, Direktur Tata Kelola, Legal dan Komunikasi UNPAD, Dr. Isis Ikhwansyah, perwakilan Sicpa Swiss, Mr. P. Degott dan Mr. Y-K Haenni serta perwakilan Giesecke+Devrient Jerman, Mr. Karl-Heinz Strasser dan Mr. Thomas Giering.
Di samping itu, Menteri BUMN RI, Erick Thohir turut menyampaikan apresiasinya kepada Peruri atas peluncuran Peruri Research Institute for Authenticity untuk menjadi lembaga riset terpercaya berkelas dunia yang kompetitif, inovatif dan memberikan nilai tambah terhadap bisnis Peruri.
“Kami berharap hal ini dapat memperkokoh kemandirian, daya saing dan keberlanjutan Peruri. Terima kasih kepada Peruri, beberapa perguruan tinggi dan global company yang telah menjalin kolaborasi yang positif untuk mewujudkan Indonesia yang berdaya saing tinggi,” kata Erick Thohir melalui tayangan video.
“Kami menyambut baik atas diluncurkannya Peruri Research Institute for Authenticity dan berharap bisa terjadi sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi. Para akademisi tentunya akan sangat senang dengan adanya badan riset di bidang autentikasi yang saat ini sedang gencar dilakukan penelitian di bidang digital, artificial intelligent, big data dan lainnya,” ujar Prof. Nizam, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Baca Juga: Perkuat Digital Security, BRI, Element dan Peruri Jalin Kerja Sama
Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya mengatakan, demi terus meningkatkan kapabilitasnya, Peruri memiliki visi ke depan untuk memiliki wadah yang dapat menjadi muara bagi seluruh kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi demi memastikan keberlanjutan eksistensi bisnis Peruri ke depan.
"Sehingga, adanya PRIfA sebagai wadah untuk menjalankan program-program riset, pengembangan dan inovasi diharapkan dapat menjadi bekal bagi Peruri untuk mengembangkan bisnis di era industri 4.0 ke depan,” ucapnya.
Peruri Research Institute for Authenticity memiliki visi Menjadi lembaga riset terpercaya berkelas dunia di bidang integrated security digital solution and security printing yang memperkokoh kemandirian, daya saing, dan keberlanjutan Peruri untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Untuk mewujudkan visi tersebut, PRIfA memiliki misi:
- Mengembangkan kompetensi riset melalui state-of-the-art dan penyediaan jasa kepakaran integrated security digital solution and security printing untuk menghasilkan produk inovatif yang diakui secara nasional dan internasional.
- Meningkatkan kerja sama riset terapan dan ilmiah melalui kegiatan benchmarking dengan pemerintah dan swasta, lembaga penelitian, pendidikan, dan industri di tingkat nasional dan internasional.
- Menjalankan riset untuk menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan dan pelanggan demi menciptakan kesejahteraan karyawan dan bermanfaat bagi pemangku kepentingan lainnya.
PRIfA dibentuk senantiasa untuk mendukung program pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian BUMN agar setiap BUMN berkolaborasi dengan lembaga pendidikan di bidang learning, research & development untuk membentuk ekosistem yang saling mendukung sehingga akan menghasilkan inovasi dan penelitian yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026