Suara.com - Pemerintah telah menerapkan kebijakan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) pada pembelian mobil baru. Dengan demikian, setiap masyarakat bisa membeli mobil tanpa dikenakan PPnBM.
Kebijakan itu tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021 tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Barang Kena [ajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021.
Namun, hanya beberapa jenis kendaraan yang diberikan relaksasi tersebut, yaitu, pertama, berlaku pada mobil berkapasitas isi silinder hingga 1.500 cc.
Kemudian, kedua, untuk kendaraan bermotor pengangkutan kurang dari 10 orang dengan satu sistem penggerak gardan (4×2).
Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dibatasinya dua kriteria ini karena dua kriteria itu yang paling diminati oleh kelas menengah atas.
Karenanya, untuk memacu konsumsi masyarakat kelas menengah atas maka perlu diberikan stimulan dengan relaksasi PPnBM tersebut.
"Kenapa dibatasi di dua kriteria ini, karena terutama masyaraka kelas menengah perlu stimulus dinaikkan dan karena ada keterkaitan industri besar," ujar Sri Mulyani dalam Konferensi pers secara virtual, Senin (1/3/2021).
Dalam pemberian insentif ini, Sri Mulyani telah menyediakan dana sebesar Rp 2,9 triliun yang termasuk dalam dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)
"Jadi dalam hal ini, kita memang sengaja desain agar front loading tujuannya pacu confidence dan simultan tingkatkan pemulihan ekonomi Indonesia," ucap Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.
Baca Juga: Toyota sampai Wuling, Ini Daftar Mobil Baru yang Dapat Diskon PPnBM
Berita Terkait
-
Toyota sampai Wuling, Ini Daftar Mobil Baru yang Dapat Diskon PPnBM
-
Menperin: Ada 21 Tipe Mobil yang Diskon PPnBM-nya Ditanggung Pemerintah
-
Berlaku Hari Ini, Catat Syarat Diskon 0 Persen PPnBM Mobil
-
Kadin Lampung Dukung Relaksasi PPnBM, Ini Alasannya
-
Punya Utang ke Negara, Ribuan Debitur Dapat Keringanan dari Sri Mulyani
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok