Suara.com - Laboratorium Perancangan Organisasi dan Bisnis Teknik Industri FTI Universitas Trisakti bekerjasama dengan Perkumpulan Agripreneur Ganesha mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tajuk Local Brand to Global Brand - Membangun Daya Saing UMKM Menuju Pasar Global (Studi Kasus Ubi Cilembu).
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Laboratorium Perancangan Organisasi dan Bisnis Teknik Industri FTI Universitas Trisakti bekerjasama dengan Perkumpulan Agripreneur Ganesha dilaksanakan secara daring melalui Aplikasi Zoom dengan peserta para pengusaha UKM Ubi Cilembu pada 6 Maret 2021 lalu.
"Target utamanya adalah para pengusaha UKM Ubi Cilembu, tetapi peserta ternyata juga dari usaha lainnya yang sangat tertarik dengan tema pelatihan PKM ini. Adapun peserta pelatihan sebanyak 120 orang peserta ," kata Dr. Tiena G. Amaran sebagai Perancangan Organisasi dan Bisnis Teknik Industri FTI Universitas Trisakti pada pembukaan kegiatan, ditulis Senin (8/3/2021).
Dalam pelatihan ini dijelaskan Value Chain dan Model Bisnis UMKM, Inovasi Teknologi, Marketing dan Sales Berbasis Digital dan Perencanaan Keuangan.
Pembicara pada pelatihan ini adalah Djohar Tjintamani Idris,DESA, CEA,MSc, MBA, ACE; Ir.Wawan Kurniawan,MT,IPM; Prof. Yayan Sanjaya (UPI); Dr. Tita Puspitasari, M.Si (BATAN); Agung Sasongko,ST,MM; Imam Kisowo, ST,MM, Emelia Sari, ST,MT,PhD dan Ir. Didien Suhardini,MSc,PhD.
Sejak awal kegiatan dan pada sesi diskusi turut didampingi oleh Dr. Triwulandari SD,MM, Dr. Dorina H, Dr.Dadang S, Prof.Dr. Dadan UD, Anik Nur H, STP,MSi, Arnolt KP, ST,MM (FEB Univ.Trisakti), Dr.Wegig M (FRSD Univ.Trisakti), Inggitana Widya Kumala Putri (alumni) dan M. Ilham Putra (mahasiswa).
Kegiatan ini juga didukung oleh Imam Kisowo,ST,MM yang telah menjadi host acara dan juga mendesain poster serta background Zoom.
Pada akhir kegiatan PKM dilakukan evaluasi oleh peserta, dimana terungkap antara lain peserta mengapresiasi dan menghendaki keberlanjutannya kegiatan PKM.
“Atas nama Pengurus Perkumpulan Agripreneur Ganesha (alumni dan mahasiswa ITB yang peduli kepada Agriculture dan Entrepreneurship) mengucapkan banyak terima kasih atas sedekah ilmu dan pengalaman dari rekan-rekan Teknik Industri Universitas Trisakti baik sebagai narasumber maupun peserta pada sharing session yang insyaa Allaah rutin kami lakukan setiap Sabtu jam 09-11. Semoga in syaa Allah menjadi amal jariyah rekan-rekan semuanya. Dan Silaturahmi, Kerjasama, Sinergi ini dapat terus ditumbuhkembangkan,” tutur Agung Hartanto TI80 ITB, Pendiri dan Pengurus Perkumpulan Agripreneur Ganesha.
Baca Juga: Dukung Geliat Bisnis UKM, ShopeePay Luncurkan Program Semangat Usaha Lokal
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Jeffrey Hendrik Jadi Pjs Dirut PT BEI, Tugasnya di Hari Pertama Kerja Cukup Seram
-
Airlangga: Presiden Prabowo Pastikan Akan Berantas Praktik Goreng Saham
-
Pusat-Daerah Diminta Berantas Perlintasan Kereta Api Ilegal
-
Sepanjang 2025, BRI Salurkan KUR Rp178 Triliun, Mayoritas ke Sektor Produksi
-
Danantara Berencana Pegang Saham PT BEI, CORE Ingatkan soal Konflik Kepentingan
-
Karier Friderica Widyasari Dewi: Ketua OJK Baru Punya Jejak di KSEI Hingga BEI
-
Profil Friderica Widyasari Dewi, Ketua OJK Baru dengan Latar Belakang Mentereng
-
Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk Jadi Ketua OJK
-
KPI Olah 330 Juta Barel Bahan Baku Sepanjang 2025
-
Bursa Saham Terguncang: Indeks Ambruk, Pimpinan Regulator Mundur Massal