Suara.com - Kalimantan Selatan (Kalsel) mampu mencetak sejarah yang cemerlang dalam hal ketahanan pangan.
Diketahui sejak 2016 hingga saat ini, Kalsel mampu terus mengenjot produksi berasnya dan setiap tahun terus mengalami peningkatan. Sejak tahun 2016, Kalsel sudah memperoduksi sebanyak 2 juta ton gabah (setara dengan 1,4 juta ton beras).
Tidak mengherankan bila Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut Kalsel merupakan salah satu penyanggah pangan nasional.
Dan di tahun 2020 Kalsel di bawah kepemimpinan Gubernur Kalsel Sahbirin atau yang sering dipanggil Paman Biri, memperoleh penghargaan di Kementerian Pertanian karena berhasil mengamankan stok pangan selama pandemi Covid-19.
“Kementerian Pertanian sudah kasih apresiasi. Itu salah satu wujud pengakuan di tingkat nasional,” kata Zul Fahmi, Koordinator Koalisi Rakyat Banjar di Banjarmasin ditulis Senin (5/4/2021).
Kemampuannya Kalsel tetap mengamankan stok pangan di tengah pandemi covid-19 yang membuat perekonomian dunia dan nasional bergerak lambat bahkan defisit merupakan prestasi yang tidak tangung-tanggung.
Hal tersebut bisa dikatakan menjadi cahaya harapan di tengah lesunya perekonomian. Apalagi keberhasilan ini terkait masalah pangan yang merupakan kebutuhan mendasar rakyat dan bisa menimbulkan instabilitas bila tak terpenuhi.
“Sampai sekarang, capaian itu masih berlanjut,” ujar Fahmi.
Catatan emas dalam semua keberhasilan ini memang tidak terlepas dari tangan dingin kepemimpinan Gubernur Sahbirin. Kemampuannya melakukan transformasi pertanian dengan pendekatan teknologi dan menyemangati petani Kalsel.
Baca Juga: Wacana Impor Beras Bikin Harga Gabah Anjlok, Petani Kudus Terancam Merugi
“Kami berharap prestasi ini terus dipertahankan,” kata Fahmi.
Paman Birin, ujar Fahmi, juga merupakan tipikal pemimpin yang sangat memperhatikan peningkatan kesejahteraan para petani.
Peningkatan kesejahteraan petani adalah harga mati bagi Paman Birin. Kecintaannya pada petani meletakkan sektor pertanian menjadi primadona di Kalsel.
Hal itulah yang menjadi faktor penentu mengapa petani tetap bersemangat walau dalam kondisi perekonomian yang lesu akibat pandemi covid-19.
Satu hal yang juga menarik dari Paman Birin adalah kemampuannya dalam menggerakkan roda ekonomi dengan melihat potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di Kalsel.
“Ekonomi di Kalsel, meski sempat terdampak Covid-19 sekarang sudah berkembang lagi,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Kemenkeu Ungkap Efek Perang AS-Israel-Iran ke Ekonomi RI
-
Empat Kapal Pertamina Tertahan di Timur Tengah saat Perang AS dan Israel vs Iran Berkecamuk
-
Kemenkeu Umumkan PMI Manufaktur Indonesia Pecah Rekor di Februari 2026
-
Harga Gas Eropa Meroket Usai Kilang Qatar dan Arab Saudi Lumpuh Pasca Serangan Iran
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Airlangga Wanti-wanti Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Iran
-
Dorong Green Mining, PLN Salurkan 23.040 Unit REC PT Borneo Indobara
-
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Turun di Januari
-
Surplus Dagang RI Pada Januari 2026 Makin Ciut, Terendah Sejak 2021
-
Perang Makin Memanas, IHSG Langsung Terkapar 2,66% dan 704 Saham Merosot