Suara.com - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti mendorong mitra rumah sakit untuk melakukan optimalisasi program JKN-KIS, guna mewujudkan cita-cita negara yakni terciptanya layanan kesehatan yang berkualitas.
Hal ini disampaikan Ghufron saat melakukan kunjungan ke salah satu mitra BPJS Kesehatan yakni Rumah Sakit Universitas Brawijaya dan Persada Hospital, Sabtu (10/04/2021).
"Rumah sakit pemerintah maupun non pemerintah yang menjadi mitra BPJS Kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung Program JKN-KIS. Dibutuhkan sinergi bersama dalam mewujudkan cita-cita negara untuk menghasilkan layanan kesehatan yang optimal bagi seluruh peserta JKN-KIS," ujar Ghufron.
Ghufron bilang, bahwa seluruh fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, perlu secara kontinu berimprovisasi menghadirkan inovasi layanan digital yang disinergikan dengan Program JKN-KIS.
Harapannya, dengan adanya implementasi layanan digital, segala kebutuhan peserta JKN-KIS untuk mengakses pelayanan di rumah sakit bisa semakin mudah dan cepat.
"Yang kami harapkan peserta sudah tidak ada lagi yang menunggu hingga berjam-jam. Jika sebelumnya masih ada peserta yang harus datang pagi-pagi untuk berobat, dengan adanya layanan digital ini, ketika peserta datang dapat langsung dilayani atau tidak terlalu lama menunggu untuk mendapatkan pelayanan," kata Ghufron.
Selain itu, Ghufron juga mengatakan pihaknya telah menerapkan pelayanan dengan memanfaatkan layanan digital lewat Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (Pandawa). Ia mengungkapkan, dampak yang timbul setelah penerapan layanan digital sangat signifikan.
"Sebelumnya, di kantor kami setiap harinya ada sekitar 300 peserta yang mengakses pelayanan. Namun, setelah adanya kondisi pandemi Covid-19 dan mulai diterapkan pelayanan melalui Pandawa, jumlah kunjungan di kantor kami perlahan mulai berkurang, dari 300 hingga hanya 30 sampai 40 peserta setiap harinya. Itu artinya, pelayanan digital sudah dimanfaatkan oleh peserta dan sangat memberikan dampak yang positif bagi mereka yang ingin mendapatkan layanan," tambahnya.
BPJS Kesehatan, beber Ghufron, saat ini menetapkan sejumlah fokus utama dalam menjalankan Program JKN-KIS untuk menghadirkan transformasi pelayanan kepada peserta. Karenanya, seluruh fasilitas kesehatan yang menjadi mitra dapat terus mendukung dalam menyukseskan penyelenggaraan Program JKN-KIS.
Baca Juga: Dirut BPJS Kesehatan Minta RS Tak Membedakan Peserta JKN-KIS
Ghufron pun mengharapkan adanya keterlibatan langsung dari para stakeholders untuk terus berkontribusi aktif mendukung implementasi Program JKN-KIS sebagai program strategis nasional dan menjaga sustainabilitas penyelenggaraan Program JKN-KIS sehingga seluruh peserta bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan optimal tanpa adanya diskriminasi.
Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Brawijaya, Sri Andarini menyebutkan bahwa pihaknya telah berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan Program JKN-KIS di lapangan.
Dengan adanya kerja sama yang dibangun dengan BPJS Kesehatan, Sri mengungkapkan komitmennya untuk bisa memenuhi hak peserta mendapatkan pelayanan yang optimal.
"Kami telah menyiapkan beberapa fasilitas untuk menunjang pemberian layanan. Saat ini, kami sedang melaksanakan soft selling untuk fasilitas Pain Center. Harapannya, dengan adanya fasilitas ini, seluruh peserta JKN-KIS bisa mengakses pelayanan dengan cepat dan mudah," kata Sri.
Direktur Persada Hospital, Sigit Riyarto menambahkan, pihaknya siap bekerja sama dengan BPJS Kesehatan demi menciptakan Program JKN-KIS yang optimal dan sesuai dengan cita-cita negara. Terlebih, sekitar 40% dari total keseluruhan pasien di Rumah Sakit Persada merupakan pasien peserta JKN-KIS.
"Selanjutnya, kami akan terus berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk menciptakan layanan berbasis digital yang akan disinergikan ke dalam Program JKN-KIS," tandas Sigit.
Berita Terkait
-
Dirut BPJS Kesehatan Minta RS Tak Membedakan Peserta JKN-KIS
-
Dirut BPJS Kesehatan Didapuk Jadi Ketua Komisi Kesehatan ISSA
-
BPJS Kesehatan Dukung Anggota ISSA Terkait Perawatan Sosial Jangka Panjang
-
Bangun Budaya Inovasi, Kiat BPJS Kesehatan Bertahan di Masa Pandemi
-
Gandeng Asosiasi Rumah Sakit, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan JKN-KIS
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
-
Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?