Suara.com - Dharma Wanita Provinsi (DWP) Jawa Barat dengan menggandeng pihak ekspedisi JNE, meluncurkan Toko DeWe, yang merupakan platform toko online sebagai salah satu bentuk dukungan inovatif berbasis digital dalam perkembangan UMKM Jawa Barat melalui pemanfaatan E–commerce.
Langkah ini merespon aktivitas belanja online yang memudahkan masyarakat dalam bertransaksi di era digital seperti saat ini. Toko DeWe diluncurkan bertepatan pada Hari Kartini, Selasa (21/4/2021) pada acara “Jabar Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi”, yang dilaksanakan secara offline dan online sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku saat ini.
Acara ini dihadiri oleh Anggota DWP Jabar, mitra DWP UMKM Jabar dan pelaku usaha Jawa Barat, serta JNE yang ditunjuk sebagai partner logistik untuk bersama-sama memajukan UMKM di Jawa Barat.
Dalam kegiatan ini dipaparkan berbagai kemudahan bagi UMKM dengan mengakses tokodewe.id yang menjual beragam produk seperti makanan olahan, sembako, fesyen, aksesoris, peralatan rumah tangga, hingga emas yang sudah terpercaya.
Penasihat DWP Jabar sekaligus Ketua Dekranasda Jabar Atalia Praratya Kamil menyebut Toko DeWe merupakan bentuk dukungan DWP untuk turut mewujudkan Visi Gubernur Jabar, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan bagi UMKM dan anggota DWP pelaku usaha perangkat daerah, kabupaten dan kota dengan pemanfaatan sistem digital.
“Dharma wanita provinsi Jawa Barat adalah pertama di Indonesia yang memiliki toko online, semoga para UMKM di Jawa Barat dapat memanfaatkan sebaik-baiknya program ini," ujar Atalia dalam sambutannya.
Kepala Cabang JNE Bandung, Iyus Rustandi menyampaikan, JNE akan terus berkomitmen membangun UMKM di Indonesia dengan berkolaborasi di berbagai program. JNE mengajak para UMKM di Jawa Barat untuk dapat berkembang bersama dan membantu perekonomian Indoensia sesuai dengan tagline JNE yaitu Connecting Happiness.
“Dalam rangka turut meningkatkan perekonomian Indonesia, sektor yang harus terus di dorong yaitu UMKM, karena JNE yakin apabila ekosistem dimana JNE tumbuh dengan baik maka pertumbuhan JNE juga akan baik. Dalam kesempatan ini JNE memberikan promo free ongkir untuk 200 pembeli pertama yang bertransaksi di Toko DeWe," tandas Iyus.
Berita Terkait
-
Cek Ongkir JNE Lewat Website, Praktis dan Cepat!
-
JNE: Tantangan Pelaku UMKM adalah Biaya Logistik yang Mahal
-
JNE Siap Ganti Kerusakan Paket Pelanggan yang Terbakar di Truk
-
Peringati Hari Pers Nasional, JNE Jogja Gelar Aksi Berbagi untuk Insan Pers
-
JNE Dukung Digitalisasi UKM Pasuruan di Tengah Pandemi
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara