Suara.com - UOB Indonesia kembali menggelar kompetisi seni unggulan, yakni UOB Painting of the Year 2021 yang memasuki tahun ke-11. Adapun bagi UOB Group ini merupakan penyelenggaran kompetisi ke-40 tahun, yang mulai diresmikan di Singapura pada 1982.
"Melalui kompetisi UOB POY setiap tahunnya, kami terus menciptakan wadah yang bermakna dan berkelanjutan bagi seniman Indonesia untuk menampilkan bakat artistik mereka dan menghubungkan mereka ke lebih banyak peluang di panggung regional dan internasional," ujar Presiden Direktur UOB Indonesia, Hendra Gunawan dalam keterangannya, Jumat (7/5/2021).
Ini merupakan kali kedua UOB POY diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19.
"Pandemi telah menunjukkan ketahanan seniman Indonesia untuk terus mengekspresikan diri secara kreatif dan percaya diri melalui penggunaan platform online di tengah pembatasan sosial yang berlangsung. Sebagai bagian dari kegiatan sosialisasi seni dan komunitas kami tahun ini, kami telah mengundang seniman alumni UOB POY dan berbagai praktisi seni dalam serangkaian webinar untuk berbagi pengalaman mereka di forum publik. Melalui upaya tersebut, kami berharap dapat berkontribusi untuk kemajuan komunitas,” kata Hendra.
Vice President Strategic Communications and Brand Head UOB Indonesia, Maya Rizano, menambahkan UOB POY merupakan salah satu pilar program Corporate Social Responsibility (CSR), yang bergerak di bidang seni, selain anak-anak dan pendidikan.
"Kami sangat menghargai ragam seni dan budaya Indonesia. Kami percaya UOB POY akan memotivasi para seniman Indonesia terus berkarya demi memajukan seni dan budaya bangsa, sehingga kekayaan seni Indonesia tidak hanya diakui negeri sendiri, namun secara global," ujarnya dalam kesempatan terpisah.
Maya pun mengajak para seniman profesional dan pendatang baru di Indonesia untuk mengikuti UOB POY.
"Kami juga mengajak seniman-seniman Indonesia, yang selama ini terkenal, dengan karyanya yang luar biasa, seperti Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan kawasan Indonesia Timur lainnya juga turut berpartisipasi dalam UOB POY," katanya.
Untuk tahun ini, UOB POY tidak menetapkan tema lukisan. Adapun komposisi dewan juri UOB POY di Indonesia antara lain, Agung Hujatnikajennong, Kurator Independen dan Dosen Institut Bandung.
Baca Juga: Bertransaksi Lebih Mudah, Bank UOB Luncurkan Fitur TMRW
Lalu Natasha Sidharta, Direktur Indo Artnow, situs web arsip yang mempromosikan dan mendukung perkembangan dunia seni rupa di Indonesia. Terakhir adalah Mella Jaarsma, Founder Cemeti Art House dan Seniman.
Dengan tidak adanya ketentuan tema lukisan, Agung mengatakan, ini akan menarik minat para seniman Indonesia untuk berpartisipasi dalam UOB POY. Dia pun memprediksi karya-karya yang akan diikutkan dalam kompetisi tahun ini masih identik dengan tema pandemi maupun ilustrasi yang berhubungan dengan solidiritas serta figur.
“Walaupun tidak ada tema, saya menduga yang dominan masih akan seputar tema itu karena kompetisi ini memberikan kesempatan bagi karya-karya dari 2 tahun terakhir selama karya tersebut belum ditampilkan dan dipamerkan,” ujar Agung yang telah menjadi juri dalam lima tahun terakhir ini.
Selain Singapura dan Indonesia, kompetisi ini juga diselenggarakan di Malaysia dan Thailand. Karya para pemenang dari masing-masing negara akan kembali diadu di level Asia Tenggara. Sejauh ini, seniman Indonesia telah enam kali memenangi UOB Southeast Asia Painting of the Year.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor
-
Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan
-
BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang
-
Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'
-
Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara
-
Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump
-
Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA
-
Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi