Bisnis / makro
Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Askrindo bersama BAZNAS bangun rumah tahfidz.(Dok: Baznas)

Suara.com - PT Askrindo menggandeng  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk membangun rumah tahfidz di Jalan Cirangkong Nomor 14, Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). Dimulainya pembangunan tumah tahfidz ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Ketua BAZNAS, Noor Achmad, Direktur Kepatuhan dan SDM PT Askrindo, Kun Wahyu Wardhana dan turut disaksikan oleh Bupati Bogor, Ade Yasin pada Kamis, (10/6/2021).

Dalam sambutannya, Noor Achmad mengatakan, pembangunan rumah tahfidz Askrindo-BAZNAS ini merupakan program kerjasama antara BAZNAS dan PT Askrindo yang bertujuan untuk membebaskan masyarakat dari buta huruf Al-Quran sehingga masyarakat dapat membaca Al-Quran dengan benar-tartil dan juga ikut menjaga kelestarian Al-Quran dengan menghafalkannya. 

BAZNAS dan PT Askrindo bersama-sama ingin membangun Rumah Tahfidz ini sebagai tempat belajar, sarana pendidikan dan pengembangan keilmuan (pengetahuan), khususnya bagi masyarakat agar dapat melestarikan ajaran Al-Qur’an. 

"Karena melalui Al-Qur'an, kita berusaha menjadikan umat sebagai umat yang terbaik, dapat menjadi teladan bagi manusia hingga terwujudnya masyarakat yang madani," jelas Noor dalam keterangannya pada Jumat, (11/6/2021).

Baca Juga: Selama Ramadhan, Baznas Depok Berhasil Kumpulkan Zakat Rp11 Miliar

Menurutnya, pembangunan Rumah Tahfidz ini juga sebagai salah satu bentuk upaya membantu program pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan non Formal guna mencetak generasi Qur'ani. 

"Kami berharap pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan berkah. Semoga Allah memudahkan proses pembangunan Rumah Tahfidz ini," katanya. 

Sementara Direktur Kepatuhan dan SDM PT Askrindo, Kun Wahyu Wardhana mengatakan, rumah tahfidz Askrindo-BAZNAS akan menyediakan sarana progam pendidikan intensif Al-Qur’an dan Hadist yang ditujukan kepada lulusan SMA/MA/SMK/sederajat. 

Maka dari itu, dia berharap program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak dan para stakeholder seperti tokoh masyarakat, pemda, calon muzaki, masyarakat dan penerima manfaat. 

"Semoga pembangunan dapat sesuai dengan waktu yang ditentukan sehingga dapat segera dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," tambah Kun Wahyu. 

Baca Juga: Kisah Ustaz Abu Dirikan Ponpes Tunarungu, Cetak Hafidz Pakai Bahasa Isyarat

Untuk diketahui, program ini berorientasi pada hafalan Qur’an 30 juz dan 200 hadist pilihan serta pembentukan life skill yang dipersiapkan untuk menjadi calon pemimpin/imam dalam membangun masyarakat di masa depan. 

Komentar