Suara.com - Harga minyak dunia meroket ke level tertingginya. Kenaikan ini didukung penarikan persediaan Amerika dan akselerasi aktivitas ekonomi Jerman.
Mengutip CNBC, Jumat (25/6/2021) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup naik 37 sen, atau 0,5 persen menjadi 75,56 dolar AS per barel, setelah sebelumnya melesat ke posisi 75,78 dolar AS per barel.
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, bertambah 22 sen menjadi 73,30 dolar AS per barel, setelah melejit setingginya 73,61 dolar AS di awal sesi.
Pada sesi Rabu, kedua tolok ukur itu mencapai level tertinggi sejak Oktober 2018.
Harga juga mendapatkan dukungan dari keraguan tentang masa depan kesepakatan nuklir Iran 2015 yang dapat mengakhiri sanksi Amerika terhadap ekspor minyak mentah Iran.
Data dari Jerman menunjukkan lompatan terbesar dalam kondisi ritel sejak reunifikasi Jerman lebih dari tiga dekade lalu, memicu ekspektasi permintaan bahan bakar Eropa akan pulih.
Di seberang Atlantik, persediaan minyak mentah Amerika turun ke level terendah sejak Maret 2020, stok bensin AS juga mencatat penarikan yang mengejutkan.
Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya, kelompok yang dikenal sebagai OPEC Plus yang bertemu pada 1 Juli, membahas pelonggaran lebih lanjut dari rekor pengurangan produksi tahun lalu dari Agustus tetapi tidak ada keputusan yang dibuat.
Baca Juga: Sepanjang Tahun Ini Harga Minyak Sudah Meroket 45 Persen
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi
-
PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026
-
Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina
-
Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026
-
Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen
-
Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026
-
Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan
-
Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya
-
RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok
-
Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan