Suara.com - Virus Corona atau Covid-19 yang makin mengganas di Indonesia ternyata tak selamanya bikin semua orang susah. Meledaknya kasus harian Covid-19, justru menimbulkan peluang bisnis baru yang juga mendatangkan cuan begitu besar.
Salah satunya bisnis tes Covid-19 di kawasan Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan misalnya, setidaknya ada 3 klinik dan 1 Rumah Sakit menawarkan fasilitas Swab Antigen dan Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan harga yang ditawarkan fasilitas kesehatan tersebut terbilang cukup ramah di kantong.
Klinik Pratama misalnya menawarkan Swab Antigen sebesar Rp78 ribu sementara PCR Rp695 ribu. Begitu juga dengan Klinik Kirana, di mana menawarkan fasilitas Swab Antigen mulai Rp79 ribu sampai Rp82 ribu, sementara Klinik OMDC menawarkan harga Swab Antigen sebesar Rp 89 ribu dan PCR sebesar Rp699 ribu.
Sementara untuk Rumah Sakit JMC juga menawarkan fasilitas Swab Antigen dengan harga Rp84 ribu sementara untuk PCR ditawarkan harga mulai Rp685 ribu.
Harga yang boleh dibilang cukup murah dibandingkan dengan harga pasaran saat ini, di mana untuk Swab Antigen rata-rata dikenakan harga mulai Rp250 ribu sesuai aturan dari Kementerian Kesehatan, sementara untuk PCR mulai Rp900 ribu.
Soal akurasi dan kecepatan hasil tes pun boleh dibilang hampir sama, dimana hanya memerlukan waktu 15 menit hingga 20 menit untuk Swab Antigen dan 4 sampai 8 jam untuk PCR.
Dalam spanduk-spanduk promosi yang ditawarkan, mereka juga mengklaim alat tes yang mereka gunakan sudah mendapat izin dari Kementerian Kesehatan dan dijamin bukan alat tes bekas.
100 Orang per Hari
Salah seorang petugas Klinik Pratama misalnya mengaku bisa melayani tes corona hingga 100 orang per hari.
Baca Juga: Viral Rebutan Vaksin di Puskemas Dempo, Dinkes: Sudah Disarankan Daftar Online
"Kira-kira 100 orang per hari, sudah 2 minggu belakangan ini sangat ramai," ucap petugas tersebut yang tidak ingin disebutkan namanya.
Kasus penularan virus corona yang saat ini sedang tinggi-tingginya kata dia menjadi pemicu banyaknya orang yang ingin melakukan tes tersebut.
"Sekarang kan lagi tinggi-tingginya, banyak orang yang mau tes, selain itu juga untuk urusan pekerjaan maupun yang ingin bepergian," katanya.
Dirinya pun menjamin alat tes Swab Antigen yang digunakan juga sudah memiliki izin edar dari pihak Kementerian Kesehatan. Alat Swab Antigen yang digunakan adalah merek Clungene.
Dari penelusuran suara.com, alat Swab Antigen merek Clungene tersebut berasal dari China. Jika dicek di laman https://infoalkes.kemkes.go.id/, merek tersebut memang terdaftar resmi sebagai alkes di Indonesia, alat yang didaftarkan oleh PT. Taishan Alkes Indonesia ini mendapat izin darurat di masa pandemi Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Rupiah Masih Loyo Pagi Ini, Berpeluang Sentuh Rp18.000
-
Bisa Pesan Sekarang, Harga Emas Antam Tetap Rp2.665.000/Gram Hari Ini
-
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, Koperasi Didorong Bangun Bisnis PLTS
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini ke Level 5.800-an, BREN dan ANTM Mulai Diburu Asing
-
OJK Kaji Penguatan Pengawasan Rekening Judi Online, Lebih dari 33 Ribu Sudah Diblokir
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Cek Rincian Lengkap untuk Semua Ukuran
-
Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi
-
Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik
-
Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri