Suara.com - PT Pos Indonesia (Persero) telah berusia 275 tahun. Untuk memperingatinya, Pos Indonesia memperkenalkan layanan digital Pospay dan Pos Aja!
Layanan digital tersebut merupakan wujud transformasi produk dan channel yang dilakukan Pos Indonesia.
Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan ada tujuh transformasi yang siap dilakukan Pos Indonesia dalam lima tahun ke depan, yaitu transformasi bisnis, produk dan channel, proses, teknologi, organisasi, sumber daya manusia (SDM), dan budaya.
"Melalui Pospay dan Pos Aja, semula channel kita yang semula secara fisik berupa loket dan agen pos, kini kita buat transaksi digital yang bisa diakses melalui PlayStore maupun AppStore. Kenapa harus dilakukan? Supaya kita beradaptasi dengan kebiasaan baru. Sekarang semua sudah go digital. Mau tidak mau kita harus mengikuti," ucap Faizal ditulis Senin (30/8/2021).
Layanan digital kurir Pos Aja! melambangkan visi untuk terus tumbuh (growth), keandalan (speed), dan pilihan terbaik (smart). Mudah diingat, mudah disebut, serta menganut konsep anak muda yang energik, antusias, milenial, modern dan digital.
Aplikasi Pos Aja! merupakan penyempurnaan dari aplikasi sebelumnya, yaitu QPosin Aja. Dengan aplikasi yang lebih ramah bagi masyarakat diharapkan dapat meningkatkan user experience pengguna.
Begitu juga dengan aplikasi Pospay. Kehadirannya tak lepas dari perkembangan informasi, komunikasi, dan teknologi yang mendorong Pos Indonesia untuk terus berinovasi. Salah satunya dalam layanan transaksi keuangan Digital Giro pos.
Pospay merupakan aplikasi smartphone bersistem Android dan iOS yang diberikan kepada pelanggan sebagai digital channel untuk mengakses layanan Giropos dan layanan transaksi keuangan lainnya secara mandiri.
Dengan Pospay, pemilik rekening Giropos, dapat mengakses layanan GIropos dan transaksi keuangan, maupun layanan PT Pos Indonesia (Persero) lainnya secara mobile.
Baca Juga: Daftar 11 Jasa Pengiriman Terbaik di Indonesia, Mana yang Paling Cepat dan Aman?
Untuk dapat mengakses seluruh layanan Pospay, pelanggan hanya perlu mendaftar melalui aplikasi Pospay atau melalui costumer service HALO POS 1500 161.
"Beragam kemudahan layanan keuangan digital, dapat dinikmati pelanggan pengguna Pospay. Dengan Pospay, pelanggan dapat mengakses layanan Billing Payment terlengkap. Mulai dari pembayaran berbagai tagihan bulanan seperti listrik pascabayar, pajak, belanja online, tagihan telepon, tagihan handphone, PDAM, cicilan kendaraan bermotor, BPJS, Tiket KAI, bimbel online ruang guru, pembelian pulsa Telco, listrik prabayar/token, dan beragam billing payment lainnya, hingga transaksi layanan syariah seperti zakat, infaq, shodaqoh, wakaf, dan kurban,” ujar Faizal.
Direktur Bisnis Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Charles Sitorus menambahkan Pospay merupakan bentuk dari layanan digital Pos Indonesia, bentuk transformasi Pos Indonesia di usia 275 tahun.
"Dengan PosPay, masyarakat bisa menikmati berbagai layanan keuangan mulai dari pembayaran, pengiriman uang dalam dan luar negeri dengan cara yang mudah, murah, cepat, dan tentunya aman," ujar Charles Sitorus.
Diharapkan Pospay dapat menjadi solusi keuangan terutama bagi masyarakat yang tidak bisa mengakses layanan perbankan.
"Oleh karena itu kami sangat mengimbau masyarakat yang ingin menggunakan jasa layanan keuangan untuk mengunduh aplikasi Pospay melalui Play Store maupun App Store," katanya.
Untuk memperkuat penetrasi Pospay di masyarakat, Pos Indonesia menggandeng Rahmat Erwin Abdullah, lifter peraih medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020, sebagai brand ambassador Pospay.
Rahmat Erwin Abdullah dinilai mampu merepresentasikan simbol ketangguhan dan pertumbuhan.
"Kalau ingin bertumbuh, tangguh, maka kita harus berjuang untuk mendapatkan yang terbaik. Harapan kami, dengan kehadiran Rahmat maka Pos Indonesia akan mudah masuk ke kalangan milenial, menjadikan ikon Pos Indonesia sekuat, setangguh, dan berprestasi seperti Rahmat. Kita harapkan olahraga pun lebih baik ke depan," kata Charles Sitorus.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit
-
Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
-
Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur
-
DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah
-
Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya
-
Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS
-
Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'
-
Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal
-
Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite
-
Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional