Suara.com - Youtube Shorts jadi salah satu pilihan para konten kreator untuk mendulang pundi-pundi uang. Meski hitungan jam tayang terpisah dari Youtube, anda bisa menghasilkan pendapatan Rp143 Juta dalam sebulan dari Youtube Shorts.
Hal ini lantaran melalui Shorts Fund, Youtube menggelontorkan iming-iming gaji dengan nilai total 100 juta dolar AS atau Rp1,43 triliun khusus untuk kreator yang menghasilkan video Shorts paling banyak dilihat dari 2021 hingga 2022.
Kreator Youtube Shorts dari Indonesia, Amerika Serikat, India, Brasil, Jepang, Inggris Raya, Meksiko, Nigeria, Rusia, dan Afrika Selatan bakal mendapatkan uang Rp1,4 juta hingga Rp143 juta per bulan.
Meski demikian, Youtube tetap memberi syarat bagi kreator yang ingin mendapatkan uang tersebut, berikut syarat-syaratnya:
1. Video Orisinil
Konten yang dibuat oleh kreator merupakan orisinil alias bukan plagiat atau daur ulang dari konten milik orang lain.
Youtube bahkan sudah menyiapkan cara khusu untuk mendeteksi adanya kreator yang meniru atau menghapus watermark video milik orang lain.
2. Usia Minimal 13 Tahun
Usia kreator saat membuat konten di Youtube Short minimal 13 tahun.
Baca Juga: Cara Menghemat Paket Data untuk Nonton YouTube
3. Upload Minimal Satu Konten Youtube Shorts
Kanal Youtube kreator yang ingin ikut serta wajib memiliki setidaknya satu konten video yang diunggah di Youtube Shorts.
4. Akun AdSense
Kreator harus menerima ketentuan dari Youtube dan menautkan akun Google AdSense yang lantaran bonus akan dikirimkan langsung melalui akun tersebut.
Berita Terkait
-
Alhamdulillah! Muhammad Kece Sudah Sehat, Proses Hukum Bisa Dilanjutkan
-
Cara Download Lagu dan Video dari Youtube ke Mp3 Tanpa Aplikasi
-
Akses YouTube Music di Smartwatch Hanya untuk WearOS 3?
-
Youtube, Alternatif Hiburan di Kala Pandemi
-
Cek Fakta: Deklarasi Ganjar Pranowo Dihadiri Langsung oleh Jokowi, Benarkah?
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari
-
AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham
-
IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya