- OJK memperkuat ekonomi daerah melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah untuk mendukung sektor UMKM, ekonomi kreatif, dan agrikultur.
- Program PED sejak tahun 2024 telah diimplementasikan di 40 kabupaten dan kota guna membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
- Sinergi OJK, pemerintah, dan lembaga keuangan dilakukan untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat peran sektor jasa keuangan sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan yang lebih inklusif, produktif, dan tepat sasaran.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung pengembangan sektor unggulan berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui dukungan terhadap UMKM, ekonomi kreatif, dan sektor agrikultur.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan sinergi antara OJK, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan kementerian teknis lainnya menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan ekonomi daerah.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk menghadapi tantangan dinamika global sekaligus menjaga optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Berbagai tantangan dinamika global saat ini tidak boleh menurunkan optimisme Indonesia. Justru inilah saat untuk membuktikan bahwa salah satu kekuatan Indonesia berasal dari kekuatan ekonomi daerahnya,” ujar Friderica dalam kegiatan KNPED 2026, Senin (25/5/2026).
Friderica menjelaskan, sejak 2024 OJK telah mengembangkan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang fokus pada optimalisasi potensi ekonomi lokal melalui kolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga.
Program tersebut bertujuan membangun ekosistem yang mendukung pengembangan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Hingga saat ini, Program PED telah diimplementasikan di 40 kabupaten dan kota dengan fokus pada sektor agrikultur dan ekonomi kreatif, termasuk di Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko, mengatakan program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Riset ITB Ungkap Dampak Konektivitas Digital ke Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM
“Kita terus mendorong PED ini semakin luas agar bisa memberikan kontribusi nyata di daerah melalui berbagai kolaborasi yang mampu membangun ekosistem program prioritas di masing-masing daerah,” ujar Hernawan.
Sementara itu, Airlangga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai program strategis, termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), digitalisasi ekonomi, pengembangan industri semikonduktor di daerah, hilirisasi industri, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, menilai sektor jasa keuangan memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menurutnya, pembiayaan yang tepat sasaran akan memperkuat pemberdayaan UMKM sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat yang berdampak terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Saya memberikan apresiasi tinggi kepada OJK yang terus mengonsolidasikan sektor jasa keuangan dengan pemerintah daerah melalui percepatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Langkah ini penting agar pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Misbakhun.
Di sisi lain, Juda Agung menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Menurutnya, kekuatan ekonomi daerah tidak hanya diukur dari besarnya anggaran, tetapi dari kemampuan daerah mengubah anggaran menjadi layanan publik, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi OJK, pemerintah daerah, dan sektor jasa keuangan dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat ekonomi daerah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Berita Terkait
-
Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia
-
Jualan Digital, Begini Strategi UMKM Biar Makin Cuan
-
OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya
-
QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat
-
Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas
-
Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN
-
OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum
-
Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel
-
Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah
-
Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT
-
Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z
-
Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI
-
Tiket Indomaret Fun Run 2026 Bisa Dibeli Lewat BRImo, Ada Diskon Rp 25 Ribu
-
Menko Airlangga Minta Dubes Negara Sahabat Kawal Realisasi Investasi Hasil Lawatan Prabowo