- Rupiah melemah ke Rp17.791/US$ saat Presiden Prabowo kunjungan kerja ke Prancis.
- Frekuensi ke luar negeri Prabowo tertinggi (32-33 kali/thn) dibanding SBY & Jokowi.
- Prabowo sebut pelemahan rupiah hanya bikin pusing orang yang sering ke luar negeri.
Suara.com - Nilai tukar rupiah yang terus tertekan hingga menembus angka Rp17.791 per dolar AS pada Selasa (26/5/2026) menjadi sorotan tajam di tengah gencarnya agenda diplomasi internasional pemerintah.
Di saat pasar keuangan domestik sedang bergejolak, Presiden Prabowo Subianto dilaporkan telah bertolak menuju Prancis sejak Senin (25/5/2026) malam untuk kunjungan kerja yang diperkirakan berlangsung hingga hari raya Iduladha 1447 Hijriah.
Berdasarkan history, intensitas perjalanan dinas luar negeri Presiden Prabowo tercatat sangat tinggi. Dalam kurun waktu 18 bulan menjabat, ia telah melakukan 50 kali kunjungan, atau rata-rata mencapai 32–33 kali per tahun. Angka mobilitas ini jauh melampaui frekuensi tahunan para pendahulunya, seperti Susilo Bambang Yudhoyono (8–9 kali/tahun) dan Joko Widodo (5–6 kali/tahun).
Disisi lain, Presiden Prabowo sempat melontarkan pernyataan yang cukup menggelitik. Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah ini sebenarnya hanya membuat "pusing" pihak-pihak atau pejabat yang sering bepergian ke luar negeri, bukan rakyat kecil yang berada di pedesaan yang roda ekonominya berbasis komoditas lokal.
Data menunjukkan bahwa manajemen birokrasi di bawah kepemimpinannya saat ini justru sedang mencatatkan rekor kunjungan luar negeri tertinggi.
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, dalam konferensi pers terkait bantuan hewan kurban di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (26/5/2026), mengonfirmasi keberangkatan tersebut. "Pak Presiden kan semalam sudah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri ya, ke Prancis," ujar Juri.
Karena kunjungan ini bertepatan dengan momen keagamaan, Kepala Negara kemungkinan besar akan melaksanakan salat Iduladha 1447 H di Prancis. "Jadi, tentu akan menyesuaikan karena pas hari Rabu masih ada di sana. Nanti kita tunggu saja," tambah Juri.
Terkait detail misi ekonomi maupun investasi dari lawatan ke Prancis tersebut, pihak Istana menyatakan bahwa penjelasan operasional akan segera dipaparkan secara rinci oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.
Baca Juga: Sudah Bertolak ke Prancis, Prabowo Akan Salat Idul Adha di Luar Negeri
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Emiten Haji Isam Bereaksi Soal DSI, Beri Dampak Bisnis?
-
OJK Punya Jurus Baru Dongkrak Ekonomi Daerah dan UMKM
-
PGN Pertahankan Rasio Pembayaran Dividen 80%, RUPST Setujui Dividen US$ 172,29 Juta
-
IHSG Ambles 26 Persen, Sucor Sekuritas Bongkar Strategi Cari Cuan di Tengah Pasar Bergejolak
-
Harga Cabai dan Daging Sapi Kompak Naik Jelang Iduladha, Beras Premium Justru Turun
-
AS Gempur Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket
-
Mata Uang Rupiah Terus Jeblok, Dolar AS Naik ke Level Rp17.768
-
Punya Valuasi Rp3 Triliun! RANS Entertainment Bersiap Lego Saham, Apa yang Diincar Raffi Ahmad?
-
Purbaya Akui Dana Pemulihan Bencana Sumatra Rp 60 T Baru Terserap Sedikit
-
SeaBank Raup Laba Bersih Rp 375,6 Miliar di Q1 2026, Melonjak 288%