Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyalurkan bantuan pertanian untuk masyarakat di Kabupaten Merauke senilai Rp19,43 miliar.
Bantuan pertanian yang disalurkan yakni, bantuan benih padi hibrida sawah, padi biofortifikasi, kedelai dan benih jagung serta bantuan benih bawang merah, cabai rawit dan benih sawi hijau. Bantuan lainnya yakni bibit durian, kelengkeng, 3 unit bangunan pengolahan hortikultura, alat mesin pertanian, 60 ekor sapi, 120 ekor kambing dan bantuan 4.500 ekor ayam. Bantuan ini guna meningkatkan sektor pertanian di sana.
"Bapak Bupati lahanmu ini bagus sekali dan saya bersyukur kita bisa bertemu dalam situasi seperti ini. Bertani itu membutuhkan kesabaran, ketenangan untuk memikirkan kenapa matahari kita sama di mana-mana dengan daerah lain seperti Jawa. Air kita juga sama. Kalau begitu, kenapa orang di sana bisa lebih cepat. Nah, itu kan tantangannya dan saya bersama Bapak Bupati, TNI, Komisi IV siap untuk mem-backup ini," ucap pria yang akrab disapa SYL itu saat memberikan arahan usai menyaksikan panen padi di Disktrik Tanah Miring, Merauke, Jumat, (3/9/2021).
SYL meminta Merauke melakukan cluster pada setiap lahan pertanian yang ada dengan pengembangan diversifikasi komoditas tanaman hortikultura maupun perkebunan seperti melakukan tumpang sari padi dengan pisang, jagung, kelapa, kopi dan lainnya. Hal ini juga bertujuan membangun ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
"Jadi nanti petani bisa panen jagung, bisa panen pisang. Jika misalnya dalam setiap 1.000 hektar padi misalnya kita tumpang sari-kan dengan kelapa, ujungnya kan bisa menjadi pabrik sabuk, tempurung, VCO, Nata De Coco. Jadi, dalam satu hamparan kita konsentrasikan dan rencanakan bersama," sebutnya.
Di sisi lain, SYL juga menerangkan terkait ketersediaan pupuk subsidi. Dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) itu, kebutuhan pupuk bersubsidi mencapai 24 juta ton. Namun, kemampuan pemerintah untuk menyediakan pupuk bersubsidi hanya mencapai 9 juta ton, sehingga menyebabkan kurangnya stok pupuk bersubsidi.
"Jadi memang jauh sekali dari 24 juta ke 9 juta ton. Tetapi hari ini kalau 13 ribu ton saja yang masuk ke Merauke, tambah lagi-lah Pak Dirjen PSP. Jangan buat malu saya dan Bapak Bupati," tuturnya.
"Jadi apa yang diminta Pak Bupati hari ini, saya berikan. Kita bangun RMU modern dan kita tambah alokasi pupuk untuk Merauke. Saya sangat bangga dengan semangat Pak Bupati. Kita bisa sama-sama memajukan pertanian di Papua ini," tambah SYL.
Perlu diketahui, pertanian adalah salah satu sektor yang mampu memberikan kontribusi positif pada perekonomian nasional di tengah kondisi pandemi wabah Covid-19. Sesuai data BPS, PDB pertanian tumbuh 16,24 persen pada triwulan-II 2020 (q to q), bahkan ekspor pertanian Indonesia telah mencapai Rp451,8 triliun di sepanjang 2020 atau naik 15,79 persen dari periode sebelumnya yaitu Rp390,16 triliun.
Baca Juga: Petani Lebak Bersyukur Kementan Wujudkan Infrastruktur untuk Tingkatkan Produktivitas
"Di saat pandemi, tidak ada yang bisa jalan selain pertanian, karena semua orang butuh makan. Oleh karena itu, upaya kita harus terus jalan dan kita tingkatkan apa yang sudah ada," sebut SYL.
"Seperti kondisi di sini, kita akan mewujudkan keinginan bupati untuk membangun RMU modern yang menghasilkan beras kualitas premium dengan memanfaatkan pangsa pasar ekspor negeri tetangga," imbuhnya.
Di tempat yang sama, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka menyambut baik kunjungan Mentan SYL beserta rombongan di daerahnya. Romanus mengapresiasi dukungan Menteri Pertanian untuk membangun RMU modern berkapasitas besar dan menambah alokasi pupuk bersubsidi guna meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.
"Lahan pertanian di Marauke sudah sangat bagus dari sarana dan prasarana. Namun Pak Mentan, kami meminta dua kebutuhan mendasar saat ini untuk petani Merauke yaitu penambahan kuota pupuk bersubsidi dan RMU Modern," tutur Romanus.
Berita Terkait
-
Perkuat Ekosistem Bisnis Berkelanjutan, Market Share Kredit Pertanian BRI Capai 28%
-
Menyambut Hari Tani Nasional: Kenali Industri Agromaritim Indonesia
-
Pupuk Indonesia Gelar Kompetisi Riset Pertanian untuk Milenial
-
Pertanian Tanpa Menggunakan Pestisida, Bisakah Tetap Produktif?
-
Presiden Jokowi Dorong Industri Porang Siap Ekspor Produk Olahan
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada