Suara.com - Wabah virus corona jadi hantaman pilu bagi banyak sektor, termasuk para pengusaha. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Elang Kamil, pemilik Elbetta Cupang.
Remaja 14 tahun ini justru berhasil membangkitkan usaha ikan cupang miliknya yang berada di Cimahi, Bandung hingga berkembang pesat.
Elang menuturkan, selama masa pandemi ini, permintaan terhadap ikan cupang hias terbilang cukup tinggi. Hal ini menurutnya karena banyak banyak orang yang mulai menekuni hobi ikan cupang saat pandemi.
“Alhamdulillah, selama masa pandemi ini penjualan semakin meningkat,” kata dia dikutip dari Solopos.com --jaringan Suara.com.
Elang juga memanfaatkan berbagai platform media sosial guna memasarkan bisnisnya. Jiwa mudanya tidak membuatnya pesimis dalam menjalankan usaha yang baru dimulainya pada September 2019 lalu itu.
Remaja yang masih duduk dikelas 3 SMP ini bahkan bisa mendatangkan cukup banyak pembeli dari instagram miliknya @elbetta_cupang yang saat ini sudah memiliki 11.000 pengikut.
Bahkan diakui olehnya dalam satu bulan terakhir ini, transaksinya sudah mulai stabil dan terus meningkat.
“Dulu penjualan masih belum tentu karena saya belum terlalu fokus memasarkan di Instagram. Sekarang ketika saya fokus dan penjualan di Instagram sudah stabil, rata-rata per hari transaksi paling minimal Rp500.000 dalam satu bulan terakhir ini,” kata dia.
Bukan tanpa halangan, Elang sempat sulit menemukan supplier yang cocok sebelum akhirnya menemukan supplier lokal hingga Jakarta.
Baca Juga: BI Yakin Ekonomi Indonesia Dapat Tumbuh 4,3% Pada 2021 Meski Corona Belum Usai
Saat ini, pangsa penjualannya tidak hanya dalam negeri saja, melainkan sudah mampu memasarkan produknya hingga ke mancanegara seperti Singapura dan rencana proses pengiriman ke Malaysia dalam waktu dekat.
Untuk informasi, ikan cupang adalah salah satu jenis ikan hias tawar yang memiliki tampilan warna-warni yang begitu cantik dengan kisaran harga yang mencapai ratusan bahkan jutaan rupiah.
Belakangan, ikan cupang memangcukup digandrungi di kala wabah COVID-19 karena selain bisa menjadi hobi juga cukup menguntungkan jika diperjualbelikan.
Tag
Berita Terkait
-
9 Jenis Ikan Cupang yang Paling Populer untuk Dipelihara di Akuarium
-
Cerita Sukses Tukang Cukur Jadi Miliuner, Punya Ratusan Mobil Jaguar Hingga Maybach
-
Viral Cowok Pamer Bebaskan Puluhan Ikan Cupang ke Alam, Tuai Kecaman Massal
-
1.298 Perusahaan Ajukan Pailit Terdampak Wabah COVID-19, Apindo Was-was
-
Jangan Sembarangan! Ini 4 Cara Merawat Ikan Cupang yang Benar
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat ke Level Rp16.754
-
Bos Agrinas Pangan Akui Sekitar 1.000 Unit Pikap Asal India Tiba di RI
-
IHSG Fluktuatif di Awal Perdagangan, Cermati Support 8.200
-
Gen Z Terjepit 'Sandwich Generation' Begini Strategi Prudential Siapkan Dana Mapan
-
Studio Toge Productions Pertimbangkan Pergi dari Indonesia Usai Ngaku 'Dipalak' Pajak
-
Strategi Live Maraton dan Konten Kreatif Jadi Kunci Dongkrak Transaksi E-Commerce di Musim Ramadan
-
Mantan Bos GoTo Bongkar Asal-Usul Dana Rp809 M di Sidang Chromebook: Hasil 32 Juta Lembar Saham Baru
-
Harga Emas Batangan di Pegadaian Rontok Semua, Bisa Borong Lebih Murah!
-
Bank Maybank Indonesia Hanya Raup Laba Rp1,66 Triliun di Tahun 2025
-
Menkeu Singgung Pajak Rakyat Bukan untuk Penghina Negara