Suara.com - Perguruan Tinggi Kementerian Perhubungan di Perhubungan Laut/Pelayaran Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, yang merupakan institusi pendidikan pelayaran tertua di Indonesia akan genap berusia 100 tahun pada 13 Oktober 2021.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Dr. Capt. A. Arif Priadi, menyampaikan bahwa PIP Makassar sebagai Perguruan Tinggi Pelayaran tertua telah memiliki sejarah panjang dan berkontribusi luar biasa dalam membangun pelayaran Indonesia.
Ia menambahkan, meskipun telah memiliki sejarah panjang di bidang pendidikan transportasi laut, pihaknya mendorong PIP Makassar untuk terus berinovasi dalam mencetak pelaut yang prima, professional, dan beretika serta mengadaptasi teknologi informasi dalam bisnis prosesnya khususnya dalam memasuki Era Society 5.0.
“Perguruan tinggi pelayaran, tidak terkecuali PIP Makassar memiliki peran penting dalam menciptakan SDM unggul, andal, inovatif, kreatif, dan berdaya saing baik secara nasional maupun internasional untuk mewujudkan konektifitas dan keselamatan pelayaran. Hal ini sejalan dengan program strategis pemerintah dan tentunya arahan Bapak Menteri Perhubungan bahwa kualitas SDM merupakan backbone kemajuan dunia transportasi,” kata Ses. BPSDMP ditulis Selasa (5/10/2021).
Didirikan pada masa kolonial, PIP Makassar semula bernama Kweekschool voor Inlandsche Schepelingen te Makassar (Sekolah Kejuruan untuk Awak Kapal Pribumi di Makassar) mendidik anak buah kapal dari kalangan pribumi dengan Bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar.
Pada tahun 1921 dibangun gedung sekolah untuk menampung para calon kelasi (matrozen) sekaligus memfasilitasi kegiatan-kegiatan pendidikan, terutama dalam bidang Pelayaran.
Momentum pembangunan gedung dan kegiatan pendidikan untuk ini menjadi bukti sejarah dan cikal bakal berdirinya lembaga pendidikan tingi vokasi pelayaran yang saat ini bernama Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar.
Hingga saat ini tercatat PIP Makassar telah mengalami perubahan nama dan kelembagaan yaitu dimulai pada tahun 1921 – 1942 dengan nama Kweekschool voor Inlandsche Schepelingen te Makassar.
Sekolah pelayaran di Makassar ini sempat tutup pada zaman Pendudukan Jepang, dan akhirnya dibuka kembali pada 1 Agustus 1946 menjadi Opleiding Scheepvaartschool Celebes untuk tingkat rendah dan Middelbare Zeevaart School untuk tingkat menengah.
Baca Juga: Menteri Perhubungan Lantik 218 Taruna PIP Makassar Menjadi Perwira Transportasi
Pada periode tahun 1950 – 1963 Middelbare Zeevaart School berubah nama menjadi Sekolah Latihan Penyeberangan Laut Sulawesi (SLPS) dan mulai terbagai menjadi dua jurusan yaitu Nautika dan Teknika.
Pada tahun 1963 - 1964 karena re-organisasi lembaga negara maka dikeluarkan SK Menteri Perhubungan Laut No. Pd 1/9/8 tanggal 06 Agustus 1963, sehingga secara resmi SLPS mengganti nama menjadi Sekolah Pelayaran dan Perkapalan Makassar (SPPM).
Perubahan nama kembali terjadi pada tahun 1964 - 1972 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Laut No. LP.1/1/2 tanggal 28 Mei 1964, SPPM kembali berubah nama menjadi Sekolah Pelayaran Menengah Makassar (SPMM).
Pada tahun 1971 kota Makassar berubah nama menjadi Ujung Pandang, sehingga pada tahun 1972 hal tersebut ikut mengubah nama SPMM menjadi Sekolah Pelayaran Menengah Ujung Pandang (SPM-UP).
Perubahan besar mulai terjadi setelah tahun 1983, dimana untuk meningkatkan pendidikan kepelautan yang berkelanjutan dan didukung oleh organisasi yang baik maka berdsarkan SK Menteri Perhubungan No. KM 279/OT.001/Phb-79 tanggal 19 September 1979, Sekolah Pelayaran Menengah (SPM) Ujung Pandang ditingkatkan menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran (BPLP) Ujung Pandang yang setingkat dengan akademi.
Mulai saat itu sekolah pelayaran di kota Makassar ini tidak lagi menjadi sekolah menengah pelayaran dan mulai menerima Taruna Program Strata-A angkatan I (pertama) dari lulusan SMA.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
8 Ide Usaha Makanan Modal Rp500.000, Prediksi Cuan dan Viral di Tahun 2026
-
Saham BUMI Dijual Asing Triliunan, Target Harga Masih Tetap Tinggi!
-
ANTM Gelontorkan Rp245,76 Miliar untuk Perkuat Cadangan Emas, Nikel dan Bauksit
-
AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini Mekanismenya
-
Harga Emas Akhir Pekan Stabil, Pegadaian Sediakan Berbagai Variasi Ukuran
-
Cek Aktivasi Rekening PIP 2026 Agar Dana Bantuan Tidak Hangus
-
Lowongan Kerja Lion Air Group Terbaru 2026 untuk Semua Jurusan
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun