Suara.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut, dua kawasan industri di Metropolitan Rebana akan ditawarkan kepada investor Timur Tengah. Hal ini ia sampaikan saat bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir serta Dirut PT PP dan PT Angkasa Pura.
Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan pertemuan tersebut membahas sejumlah rencana penguatan investasi di Jabar.
Rebana Metropolitan merupakan wilayah utara/timur laut Provinsi Jabar yang meliputi tujuh daerah, yakni Kabupaten Sumedang, Majalengka, Cirebon, Subang, Indramayu, dan Kuningan, serta Kota Cirebon.
Dua kawasan industri Rebana yang akan ditawarkan ke investor Timur Tengah adalah pengembangan aerocity di Majalengka dan investasi di bekas tanah PT RNI di Subang.
"Mayoritas di Rebana yaitu di Subang di lahan bekas PT RNI dan di aerocity akan kami sosialisasikan di Timur Tengah," ungkap Kang Emil.
Promosi dua kawasan Rebana tersebut masuk dalam agenda Pemerintah Pusat yaitu safari investasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Kebetulan pemerintah pusat berencana akan safari investasi di Abu Dhabi, di mana salah satu agendanya adalah mempromosikan investasi di kawasan Rebana ," ungkap dia, dikutip dari Antara.
Saat safari investasi ke Timur Tengah tersebut, Kang Emil akan turut hadir bersama Erick Thohir karena ada keterkaitan dengan perusahaan milik BUMN.
"Kemungkinan saya juga ikut dan Pak Erick karena ada keterkaitan dengan BUMN," ucap Kang Emil.
Baca Juga: Jadi Klub Sultan, Ini Daftar Pelatih yang Dirumorkan Merapat ke Newcastle United
Ia menuturkan, saat ini tidak banyak investor Timur Tengah di Jawa Barat. Mayoritas investasi asing di Jabar berasal dari kawasan Asia Timur seperti Jepang, Korea, Tiongkok, dan Singapura.
"Makanya perlu lebih diintensifkan, kuncinya tidak jaga warung tapi 'door to door' kita datangi dan yakinkan mereka," ujarnya.
Selain dikenal sebagai daerah dengan investasi terbesar di Indonesia, Jabar juga sedang disorot positif oleh investor dunia setelah berdirinya pabrik baterai mobil listrik di Karawang.
Kang Emil mengatakan, setelah pabrik baterai mobil listrik itu hadir di Karawang diproyeksikan mobil listrik Hyundai pertama bisa dijual mulai April 2022.
"Jabar sudah disorot positif sebagai provinsi tempat produksi baterai mobil listrik Hyundai dan April 2022 mobil pertamanya buatan Karawang sudah bisa dijual secara umum," ujarnya.
Strategi ini mengingatkan dengan klub sepakbola yang belum lama ini diakusisi oleh pengusaha sekaligus pangeran arab Muhammad bin Salman, Newcastle United lewat konsorsoriumnya.
Tag
Berita Terkait
-
Alhamdulillah! Arab Saudi Kembali Buka Pintu Umrah untuk Jamaah Indonesia
-
Ridwan Kamil Istikharah Buat Milih Bergabung Parpol Jelang Pilpres 2024
-
Kabar Baik! Arab Saudi Bakal Buka Umrah Bagi Jamaah Indonesia
-
Pemilik Baru Newcastle United Janji Datangkan Pemain Kelas Dunia
-
Arab Saudi Kembali Buka Pintu Umrah untuk Jamaah Indonesia
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok