Suara.com - Dampak pandemi Covid-19 hampir terasa di semua sektor, termasuk industri distribusi barang/logistik. Padahal, posisi logistik di tengah pandemi menjadi tulang punggung bagi sektor lain yang membutuhkan distribusi barang.
Selain keterbatasan pergerakan di masa pandemi, berbagai tantangan lain yang dihadapi sektor distribusi antara lain terbatasnya ketersediaan produk, pengelolaan saluran penjualan, tingginya biaya logistik untuk distribusi barang, hingga proses logistik yang belum terdigitalisasi.
Saat ini, faktanya, sebagian besar bisnis masih mengelola proses rantai pasoknya secara manual, yang dalam hal ini dapat menghambat proses jangkauan ekspansi mereka.
Mulai dari proses order dari retailer yang mengandalkan kunjungan salesman, proses PO yang paper-based, hingga terbatasnya opsi pembayaran dan pengiriman yang tersedia.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyatakan, dukungan program digitalisasi rantai pasok logistik untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.
"Kekurangan kita adalah harus meng-upgrade logistic supply chain (rantai pasok logistik) dengan program digitalisasi," ujarnya, Selasa (19/10/2021).
Dalam hal ini, terdapat platform digital rantai pasok distribusi untuk membantu mengembangkan dan memudahkan skema dan struktur bisnis distribusi, yaitu Borong. Borong dapat menyederhanakan proses, fokus pada pelanggan dan mendorong bisnis tumbuh secara eksponensial.
"Borong memberikan platform yang tidak hanya men-simplifikasi proses, tapi juga memastikan semua fungsi di atas terintegrasi dalam satu platform, termasuk kustomisasi treatment terhadap pelanggan. Dengan demikian, perusahaan bisa berkembang secara eksponensial karena order bisa datang dari salesman maupun via platform Borong. Kedepannya, perusahaan bahkan mampu melakukan proses distribusi walau belum ada cabang di kota tersebut," jelas Ronald Sipahutar, Country Manager Borong.
Sebagai Software as a Service (SaaS), Borong bisa digunakan oleh berbagai industri untuk mengelola Proses Supply Chain, Proses Pengadaan (E-Procurement), membangun E-Commerce sendiri (Closed-Loop Marketplace) hingga mengelola pelanggannya via fitur CRM untuk meningkatkan Customer Lifetime Value (CLV).
Baca Juga: ZBRA Gandeng LX International untuk Bantu Konsolidasi Aktivitas Logistik
Platform Borong sepenuhnya dikelola oleh perusahaan itu sendiri, sehingga seluruh data yang masuk akan menjadi privasi, termasuk opsi menggunakan domain perusahaan sendiri.
Borong siap digunakan karena sudah dilengkapi berbagai fitur, mulai dari fitur Multi Payment (Payment Gateway, Term of Payment dan Direct Bank Transfer), Multi Shipping Method (Shipping Aggregator, Own Fleet dan Setting up Shipping Rate). Kemampuan untuk melakukan Multi Distribution Structure, Promotion Management, hingga kemampuan untuk integrasi ke software ERP terkemuka.
Dengan segala kemudahan yang ditawarkan, misi Borong adalah membantu para pelaku bisnis berfokus pada pencapaian potensi pertumbuhan perusahaan, penjualan produk lebih cepat, perluasan jangkauan area, dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan––yang pada akhirnya akan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kelancaran proses distribusi yang terintegrasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB
-
IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis
-
Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan
-
YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan
-
64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan
-
KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN
-
Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
-
Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya
-
Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman