“Untuk melihat atau tinggal di sebuah kota yang berada di pegunungan saat ini sepertinya hal yang agak sulit. Kalaupun ada, biasanya tak banyak pilihan atau bisa dibilang langka. Dan Summarecon Bogor menjadi salah satu pilihan yang langka itu, yang artinya sebagai salah satu kawasan terpadu di daerah pegunungan yang limited edition,” ujar Benyamin.
Tahun ini, Summarecon Bogor mencoba kembali peruntungan dengan meluncurkan dua produk hunian terbarunya, yakni The Rosewood Golf Residence dan The Pinewood Residence.
The Pinewood Residence merupakan hunian dengan konsep modern tropis berukuran 7x16 dan 9x16 yang dipasarkan mulai dari Rp 1,5 miliar.
Sementara The Rosewood Golf Residence merupakan cluster hunian yang lokasinya berada di sebelah lapangan golf dengan pilihan lebar 10 dan lebar 12 dengan harga mulai dari Rp 3,1 miliar. Pemilihan unit dua produk terbarunya itu dilakukan pada 30-31 Oktober 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Saham BBCA Ambruk, Kini Lebih Murah dari Segelas Teh Poci!
-
Kepercayaan Investor Asing Hilang, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini
-
Rupiah Jeblok ke Rp 18.100, Purbaya Ungkap Nasib Utang Pemerintah dan Subsidi Energi
-
Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 123,8 Triliun di Mei 2026, Purbaya Klaim Manufaktur Mulai Kuat
-
Bea Keluar Batubara Belum Layak Dibahas Saat Ini
-
Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026
-
Satu Seperempat Abad Melayani Negeri, PT Pegadaian Konsisten Terdepan Melayani Masyarakat
-
Biaya Jualan di e-commerce Berubah Total? Ini Penjelasan PMSE yang Resmi Berlaku
-
Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina
-
AS Siapkan Tarif Baru 10 Persen, Mendag Optimis Ekspor Indonesia Meroket