Suara.com - PT Summarecon Agung Tbk lewat Summarecon Serpong kembali memperkenalkan hunian klaster untuk kosumen anak muda yang menginginkan rumah meniminalis. Klaster yang dinamakan Carson ini berada pada kawasan Scientia Garden, yang mengusung konsep Smart and Green Environment. iliar rupiah.
Executive Director Summarecon Serpong Magdalena Juliati menjelaskan, meski masih dalam kondisi pandemi bahkan dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Summarecon Serpong tetap produktif, terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen atau market properti saat ini.
Dengan sebelumnya mendapat dukungan dari pemerintah dalam program PPN DTP, ternyata masih banyak calon konsumen yang memilih momen saat ini untuk membeli rumah.
Karena efek pandemi juga, maka terjadi adaptasi dan shifting, semua aktivitas kini dilakukan dari rumah. Akibatnya masyarakat saat ini mencari hunian nyaman dengan fasilitas lengkap.
"Klaster Carson merupakan jawaban atas kebutuhan tersebut. Tidak hanya memiliki fasilitas lengkap, tetapi juga sehat, Carson memiliki desain yang memaksimalkan pemanfaatan cahaya alami dan cross ventilation yang menjadi jalur aliran udara segar ke setiap ruang sehingga menciptakan semangat Healthy Living," ujar Magdalena dalam keterangannya, Jumat (15/10/2021).
Nama Klaster Carson diambil dari nama ilmuwan wanita, ahli Biologi bernama Rachel Louise Carson yang mendedikasikan dirinya terhadap pemeliharaan lingkungan dan alam.
Berada istimewa di kawasan Scientia Garden, Klaster Carson hadir melengkapi 12 klaster di kawasan ini yang kini telah berdiri beberapa fasilitas pendidikan hingga ruang terbuka hijau yang membuktikan komitmen dalam perencanaan awal township di area tersebut.
Rumah di klaster Carson dipasarkan dengan keistimewaan mulai dari working space area, skylight, double living room, service area, teras depan dengan rooster, inner garden hingga balkon.
Desain ruang, layout, fasad hingga detail-detailnya disesuaikan dengan setiap aktivitas terkini dari keluarga muda, yang mendambakan tinggal di hunian sehat.
Tidak hanya arsitektur modern dengan balutan warna earth tone, namun infrastruktur termasuk fiber optic internet, hingga smart home system (smart switch, smart socket, indoor/outdoor smart CCTV, door sensor, smart door lock, smart IR) dari Bardi yang dipersiapkan untuk memberikan kepraktisan berhuni.
Baca Juga: Gandeng Sumitomo Forestry, Summarecon Bakal Bangun Hunian Taraf Internasional di Makassar
Tersedia dua tipe ukuran lebar 8 dengan LB mulai dari 121-134 m2 dan lebar 9 dengan LB mulai dari 135 - 150 m2 dengan pilihan layout standard, premium dan premium hook dengan kapasitas hingga 4+1 kamar tidur, 3+1 kamar mandi dan 2 mobil.
"Posisi klaster ini juga berseberangan dengan area komersial, Ruko Maxwell dan Faraday yang pada tahun lalu terjual habis, dan akan menghadirkan beragam usaha kuliner dan bisnis yang dapat dimanfaatkan oleh penghuni Klaster Carson. Kami berharap dengan semakin membaiknya kondisi saat ini, sektor properti juga terus tumbuh sehingga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Magdalena.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Cara Cetak Emas di Pegadaian Terbaru Lengkap Syarat, Biaya, dan Alurnya
-
Bulog Mulai Kirim Beras ke Arab Saudi pada 28 Februari
-
Defisit APBN Capai Rp 54,6 T per Januari 2026, Purbaya Klaim Masih Terkendali
-
Ekonom: Tarif Impor AS Bisa Tekan Rupiah dan Picu Kenaikan Harga Dalam Negeri
-
Harga Bitcoin Anjlok ke Level Terburuk Februari Imbas Tarif Trump
-
7 Fakta Penting di Balik Proses Demutualisasi Bursa Efek Indonesia
-
IHSG Menghijau 1,35% di Sesi I, 480 Saham Melesat
-
Pengendali Borong 4,49 Miliar Saham BUKA, Rogoh Kocek Rp674 Miliar
-
File APK Berkedok Undangan Kuras Rekening di Batang, Pakar: Nasabah Harus Lebih Awas
-
Viral Alumni LPDP Tolak Anak WNI, Purbaya: 20 Tahun Lagi Dia Nyesel!