Suara.com - Di saat ekonomi terpuruk akibat pandemi Covid-19, berbagai ranah bisnis justru tumbuh dan menemukan peluang baru. Bisnis-bisnis ini menjadi inovasi baru setelah sebelumnya tak dilirik.
Tiga bisnis yang laris saat pandemi berikut bisa menjadi inspirasimu ketika ingin membangun bisnis sendiri. Berikut bisnis yang laris saat pandemi seperti dilansir dari berbagai sumber.
1. Tanaman Hias
Pandemi Covid-19 membuat beragam aktivitas harus dilakukan dari rumah. Untuk mengusir rasa jenuh, banyak orang menggeluti hobi baru yakni menanam tanaman hias.
Sejumlah laporan menunjukkan bisnis tanaman hias menjadi salah satu bisnis yang paling laris saat pandemi. Beberapa jenis tanaman hias bahkan menjadi tren seperti adenium, aglonema, dan anthurium.
Rata-rata selama masa pandemi penjualan tanaman hias bisa meraup keuntungan hingga Rp2 juta rupiah per minggu. Cara pemasarannya pun tak begitu sulit. Segmentasi pembeli bisa didapatkan di forum-forum komunitas tanaman hias.
2. Menjual Masker
Masker kini menjadi barang wajib selama masa pandemi Covid-19. Peluang bisnis pun terbuka lebar tak hanya untuk skala pabrik namun juga industri kecil rumahan. Kreativitas juga diperlukan mengingat kini ada beragam motif masker. Beberapa pedagang bahkan memanfaatkan kain perca yang disulap menjadi masker estetik.
Motif-motif lainnya adalah batik, bunga, hewan, atau tokoh kartun kesayangan khusus untuk masker anak. Penjualan dalam partai besar bisa dilakukan ketika masker dipilih menjadi suvenir pernikahan. Namun, jika dijual satuan di harga Rp8.000 pedagang sudah mendapatkan keuntungan lumayan.
Baca Juga: Sebanyak 7000 TKI akan Pulang Lewat Batam, Pemko Kewalahan Siapkan Karantina
3. Frozen Food Sehat
Bisnis kuliner yang tengah dalam tren saat ini adalah menjajakan frozen food yang sehat. Makanan ini makin laris di masa pandemi mengingat orang sibuk bekerja dari rumah dan tidak sempat memasak.
Kamu bisa membuat kreasi makanan beku ini menjadi lebih sehat, antara lain dengan tidak menambahkan penyedap, pengawet, dan dibuat dengan bahan-bahan organik.
akanan beku menolong para ibu rumah tangga yang harus membagi waktu antara mengurus rumah, bekerja, dan menemani anak bersekolah yang semuanya terpusat dari rumah. Dengan beragam pilihan, makanan beku adalah jawaban atas urusan dapur keluarga.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Tag
Berita Terkait
-
Penggemar Drakor Wajib Cobain! Ini 4 Makanan Korea yang Populer di Indonesia
-
Ikut Vaksinasi Covid-19, Warga di Lhokseumawe Dapat Sembako
-
Varian Omicron vs Varian Delta, Ini Letak Perbedaan Keduanya!
-
Studi: Vaksin Pfizer Kurang Efektif Lawan Varian Omicron
-
Sebanyak 7000 TKI akan Pulang Lewat Batam, Pemko Kewalahan Siapkan Karantina
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
-
Media Asing: Donald Trump 'Permalukan' FIFA Sebelum Piala Dunia 2026 Dimulai
Terkini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
-
Benarkah Rumor Reshuffle Menkeu Purbaya Buat IHSG dan Rupiah Kompak Rebound?
-
Kewalahan Rupiah Terus Loyo, BI Keluarkan 5 Jurus
-
Ternyata Selama Ini MinyaKita Dipakai untuk Bansos, Jadinya Langka di Warung
-
IHSG Terlalu Perkasa Hari Ini Naik 7%, Saham BBCA dan BBRI Jadi Buruan
-
BRI Hadirkan QRIS Cross Border BRImo di China, Permudah Transaksi Nasabah di Luar Negeri
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
-
Pemerintah Santai Tanggapi Penurunan Cadangan Devisa RI