Suara.com - Mendirikan bisnis bersama istri tentu jadi mimpi banyak orang. Alasannya tentu saja bisnis itu akan mejadi tulang punggung keuangan keluarga.
Hal ini yang mungkin memotivasi pasangan suami-istri Agus Widodo dan Revi Rosiana Sari mendirikan brand tas lokal RV (Reloas Victory) pada 2016 silam.
Sebelum menemukan usaha ini, mereka berdua sudah berkali-kali mencoba usaha namun gagal. Fenomena anak muda yang suka belanja produk luar negeri membuat mereka menyadari peluang usaha.
“Range harganya mulai dari Rp 35 ribu – Rp 199 ribu,” kata Agus menjelaskan harga produk tas terjangkau miliknya.
Meski dengan harga miring, ia memastikan desain-desain tas yang dihadirkan selalu mengikuti trend terkini. Mereka juga melakukan riset agar selalu mengikuti tren kekinian.
“Produksi, tas brand lokal ini bekerja sama dengan satu konveksi di Jakarta,” ujarnya dikutip dari Warta Ekonomi.
Agus menjelaskan, ia fokus menjual produk secara online karena target pasarnya sudah terbiasa berbelanja online dan melek teknologi.
“RV hadir di semua platform marketplace,” tuturnya.
Guna mengenalkan produknya ke semua lapisan masyarakat, ia juga memperkenalkan produknya melalui media sosial seperti Instagram dan Tiktok.
Baca Juga: Pasutri Muda Ini Tewas Keracunan, Delapan Anaknya Yatim Piatu
Ia bahkan menggandeng sejumlah selebgram, selebtwit hingga artis ternama guna memasarkan produknya. Saat ini, Reloas memiliki sekitar 200 reseller yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Harga tasnya sama dengan 1 porsi seblak, di RV dengan Rp12 ribu sudah dapat tas cantik,” ujar dia kala momen 12.12.
Kini merek RV telah menjual 900-10.000 pcs per produknya. Perbulan pihaknya bisa mengirimkan sekitar 10 ribu paket yang dikirimkan ke seluruh Indonesia. Akun instagramnya yang bernama @reloastory itu juga telah memiliki 1,1 juta followers dan di Tiktok juga mencapai 141 ribu followers.
Berita Terkait
-
Diingat, Ini Kebijakan Ganjil Genap Tol saat Nataru 2022
-
Lihat Kondisi Mobil Pasutri Yang Alami Kecelakaan di Tol Jakarta Cikampek
-
Kisah Pasutri di Tapsel Sumut Jalan Kaki 10 Km Demi Vaksin Covid-19
-
Pengertian, Tujuan dan Fungsi Distribusi dalam Kegiatan Transaksi Jual Beli
-
Pasutri Muda Ini Tewas Keracunan, Delapan Anaknya Yatim Piatu
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perbaikan Jalan Rusak di Jalur Mudik Dilakukan Minimal 10 Hari Sebelum Lebaran
-
Menteri Perdagangan Kejar Menteri Desa, Minta Penjelasan tentang Pembatasan Alfamart dan Indomaret
-
Menkeu Purbaya: Belum Ada Anggota DPR Ikut Seleksi OJK
-
Kemenkeu Ungkap MBG Sudah Serap Anggaran Rp 36,6 Triliun per 21 Februari
-
Bea Cukai Tindak 249 Juta Rokok Ilegal di Januari 2026
-
Alfamart-Indomaret Dominasi, Menkop: Aturannya Ada di Daerah
-
Bibit Abal-abal Ancam Masa Depan Sawit Rakyat
-
Tak Sekadar Renovasi, Pemerintah Sulap Kampung Kumuh Jadi Pusat Ekonomi Warga
-
Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap
-
Penerimaan Bea Cukai Anjlok 14% Jadi Rp 22,6 Triliun di Januari 2026