Suara.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) secara konsisten terus meningkatkan komitmen dalam mendukung pendidikan yang layak bagi anak, melalui program Pupuk Kaltim Peduli Pendidikan (PKTPP).
Sepanjang 2021, ada 36 anak yang menerima manfaat program PKTPP di Kota Bontang, mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi. Para penerima terdiri dari 10 siswa tingkat SD, 8 siswa tingkat SMP, 8 siswa tingkat SMA dan 10 orang tingkat perguruan tinggi.
Program yang digagas sejak 2008 ini merupakan langkah aktif PKT dalam menciptakan SDM terampil, profesional dan berkompetensi dengan memberikan pendidikan yang layak bagi anak berprestasi dari keluarga kurang mampu secara finansial.
Program PKTPP juga sesuai misi Perusahaan untuk memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, karena pendidikan dinilai sebagai faktor utama pengembangan kapasitas untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
SVP Sekretaris Perusahaan PKT Teguh Ismartono, mengatakan program PKTPP memberi keleluasaan bagi penerima untuk memilih jurusan dan perguruan tinggi yang diminati, dengan pembiayaan penuh mulai awal masuk hingga lulus.
PKT menjalin kerjasama dengan 15 universitas terkemuka di Tanah Air di antaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Brawijaya (Unibraw), Universitas Mulawarman (Unmul), Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Institut Seni Indonesia (ISI), Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia.
“Sedangkan tingkat SD hingga SMA, para siswa difasilitasi pendidikan di Yayasan Pupuk Kaltim (YPK). Beasiswa disasar mulai tingkat SD agar ada kesinambungan proses pendidikan di setiap jenjang bagi anak, sehingga ke depan mampu berkontribusi bagi daerah sesuai bidang ilmu yang dimiliki,” kata Anggono ditulis Senin (27/12/2021).
Sejak 2008-2021, PKT telah mengalokasikan anggaran mencapai Rp24,4 Miliar untuk seluruh tingkat pendidikan, dengan total penerima manfaat tingkat perguruan tinggi sebanyak 188 orang dan tingkat SD hingga SMA sebanyak 128 orang. Saat ini, jumlah mahasiswa aktif dalam program PKTPP tingkat perguruan tinggi ada 62 orang dan siswa SD-SMA 96 orang.
Pembiayaan program PKTPP memfasilitasi hampir seluruh kebutuhan pendidikan, mulai dari biaya tes sebelum masuk perguruan tinggi hingga tugas akhir, biaya akomodasi, buku dan sebagainya.
Baca Juga: Mahasiswa UTM Menggunakan Permainan Tradisional untuk Media Pembelajaran di SDN Kranji II
Selain itu PKT juga memberi bantuan biaya penelitian bagi mahasiswa tingkat akhir, agar mereka dapat menyelesaikan studi tepat waktu. Sementara untuk tingkat SD-SMA, PKT memberikan fasilitas seragam, buku pelajaran, SPP dan lainnya.
“Beasiswa PKTPP juga sebagai bentuk dukungan PKT terhadap visi misi Pemkot Bontang yang Hebat dan Beradab, agar SDM lokal lebih berdaya saing melalui pendidikan yang layak,” tambah Teguh.
Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi, mengungkapkan pendidikan bagi anak harus berkesinambungan, guna terwujudnya generasi penerus yang cerdas terliterasi, sekaligus kreatif dan informatif.
Meski diadang pandemi, PKT berkomitmen untuk terus berperan dalam peningkatan kapasitas SDM melalui pendidikan, karena anak berhak untuk mendapat kesempatan belajar lebih tinggi dan menjadi generasi penerus bangsa yang terampil serta berkompeten.
“Beasiswa PKTPP juga sebagai upaya PKT dalam menciptakan ikatan moril dengan masyarakat di sekitar Perusahaan, sebab pendidikan yang layak menjadi faktor utama penunjang kesejahteraan masyarakat,” ujar Rahmad.
Ke depan, program PKTPP akan terus dikembangkan PKT dalam mendukung pendidikan anak yang berkualitas di Kota Bontang dan Kalimantan Timur, sehingga peran Perusahaan dalam mewujudkan masyarakat yang berdaya saing tak hanya dilihat dari penguatan kapasitas melalui berbagai pelatihan dan pengembangan kompetensi saja, tapi juga menyasar pendidikan sejak dini dengan kesinambungan proses secara optimal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
AS - Iran Memanas di Selat Hormuz, Brent Tembus 67 Dolar AS
-
Dolar AS Menguat, Rupiah Turun ke Level Rp16.766
-
Harga Emas Antam Melambung Tinggi, Hari Dibanderol Rp 2.964.000/Gram
-
Sama-sama Bisnis di Pertambangan, Perbedaan Perminas dengan MIND ID
-
IHSG Bergerak Dua Arah di Rabu Pagi, Cek Saham Pilihan
-
Profil PT Minna Padi Asset Manajemen: Jaringan, Pemilik Saham dan Afiliasi PADI
-
Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2029 Bisa Dekati 8 Persen, Jika Saya Masih Menkeu
-
Tekan Biaya Transaksi Demi Likuiditas, Strategi Jangka Panjang Industri Kripto Nasional
-
BEI Buka Kembali 5 Emiten Ini, Cek Pergerakan Sahamnya
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi