Suara.com - Bank dunia atau World Bank memperkirakan sebanyak 97 juta orang di seluruh dunia telah masuk dalam jurang kemiskinan gara-gara pandemi Covid-19. Sebagian orang hanya hidup dengan biaya kurang dari USD 2 per hari,
"Secara global, peningkatan kemiskinan yang terjadi pada tahun 2020 akibat Covid masih bertahan, dan orang miskin akibat Covid pada tahun 2021 terus menjadi 97 juta orang," kata ekonom Bank Dunia seperti dikutip CNN Business, Rabu (29/12/2021).
Pada tahun 2020, menyebabkan kemunduran bersejarah dalam perang melawan kemiskinan global, dengan jumlah orang termiskin di dunia meningkat untuk pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun, menurut Bank Dunia.
Carolina Sánchez-Páramo, direktur global kemiskinan dan kesetaraan di Bank Dunia, menyamakan pandemi dengan bencana alam yang akan dengan cepat menyebar dibanding pusat ditemukannya virus Wuhan, China.
"Kami tahu tsunami akan datang. Pertanyaannya bukan apakah (kejutan ekonomi) ini akan mencapai wilayah berkembang lainnya, tetapi kapan," kata Carolina.
Ketika puluhan juta orang didorong ke dalam kemiskinan, orang yang sangat kaya saat ini justru menjadi lebih kaya. Tahun lalu, para miliarder menikmati peningkatan tertinggi untuk bagian kekayaan mereka yang tercatat, menurut World Inequality Lab.
Dan sementara hanya butuh sembilan bulan bagi 1.000 orang terkaya di dunia untuk mendapatkan kembali kekayaan mereka selama pandemi, butuh lebih dari satu dekade sebelum mereka yang paling tidak beruntung pulih, menurut laporan ketimpangan tahunan Oxfam International.
Shameran Abed, direktur eksekutif BRAC International, sebuah organisasi nirlaba yang bekerja untuk mengentaskan kemiskinan di Asia dan Afrika, menunjuk pada kesenjangan kekayaan yang semakin melebar, dengan mengatakan bahwa tiga orang terkaya di dunia kemungkinan dapat menghapuskan kemiskinan ultra di Bumi.
"Itu bukan tanggung jawab mereka sendiri. Tapi saya hanya mengatakan bahwa secara umum ada cukup sumber daya (untuk mengatasi masalah)," kata Abed.
Baca Juga: Penduduk Miskin di Pesisir Selatan Bertambah, Tertinggi Kedua di Sumbar
Pada bulan November, direktur Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta miliarder termasuk dua orang terkaya di dunia, Jeff Bezos dan Elon Musk, untuk bersedia ikut mengentaskan kemiskinan.
Dalam sebuah wawancara dengan CNN, David Beasley mengatakan dengan USD 6 miliar, atau sekitar 2% dari kekayaan bersih Musk, dapat membantu mengatasi kelaparan dunia.
"USD 6 miliar untuk membantu 42 juta orang yang benar-benar akan mati jika kita tidak menjangkau mereka. Ini tidak rumit," tambah David.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok