Suara.com - Dirjen Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Iwan Suprijanto berharap, proyek rumah susun (Rusun) yang sudah selesai harus segera ditindaklanjuti atau segera dihuni. Ia juga meminta perhatian pejabat terkait.
"Rusun tidak hanya dibangun tapi harus memberikan manfaat dan dihuni oleh masyarakat," ujar Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto, Rabu (5/1/2021).
Ia mengatakan kepada pejabat di lingkungan Ditjen Perumahan Kementerian PUPR salah satunya adalah bagaimana mendorong percepatan penghunian Rusun yang sudah selesai dibangun di sejumlah daerah di Indonesia.
Ia memastikan, program perumahan di Indonesia butuh proses percepatan dan tim yang solid sehingga bisa bergerak bersama di lapangan.
"Kami juga berharap pejabat baru no welcome drink dan bisa segera langsung bekerja dan terimakasih juga kepada pejabat sebelumnya yang telah melaksanakan tugas dengan baik," tutur Iwan.
Sebagai informasi, Aswin Grandiarto Sukahar baru-baru ini telah dilantik sebagai Direktur Rumah Susun Kementerian PUPR.
Sebelumnya dirinya menjabat sebagai Kasubdit Kawasan Permukiman Wilayah III Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya dan juga ikut terlibat dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di wilayah Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala), Sulawesi Tengah.
Direktur Rusun Kementerian PUPR yang baru dilantik, Aswin Grandiarto Sukahar menyatakan, dirinya siap menjalankan amahnah sesuai arahan Menteri PUPR dengan memiliki niat dan upaya terbaik serta mencurahkan karya dan kerja nyata di Ditjen Perumahan serta mendukung visi misi pimpinan.
Seperti diketahui, pada Tahun Anggaran 2021, Kementerian PUPR berhasil menyelesaikan 196 tower rumah susun yang terdiri dari 7.075 unit. Pembangunan rusun ini terdiri dari pembangunan Multi Years Contract (MYC) 2020-2021 sebanyak 109 tower yang terdiri dari 4.575 unit dan pembangunan Single Year Contract (SYC) 2021 sebanyak 87 tower terdiri dari 2.500 unit rusun.
Baca Juga: Terungkap Fakta Ayu Aulia, Pernah Suka dengan Perempuan
Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan telah menyelesaikan pembangunan rumah susun MYC 2020-2021 sebanyak 109 tower yang terdiri dari 29 tower rusun untuk Peserta Didik Lembaga Pendidikan Keagamaan Berasrama (LPKB), 33 tower untuk Peserta Didik Perguruan Tinggi, 11 tower untuk MBR, 2 tower untuk pekerja, 27 tower untuk ASN dan 7 tower untuk TNI/Polri.
Sementara pembangunan rusun SYC TA 2021 terdiri dari 87 tower rusun dengan peruntukan 55 tower untuk Peserta Didik LPKB, 19 tower untuk Peserta Didik Perguruan Tinggi, 6 tower untuk MBR, 4 tower untuk TNI dan 3 tower untuk ASN.
Salah satu proyek prioritas yang selesai dibangun secara SYC pada 2021 adalah rusun Politeknik Pekerjaan Umum Semarang dengan Tipe Khusus setinggi 8 Lantai sebanyak dua tower yang terdiri atas 150 unit hunian. Bantuan rumah susun untuk Peserta Didik LPKB mencapai 55 tower rusun yang dibangun melalui skema SYC 2021.
Berita Terkait
-
Pejabat Analis Kredit Bank Sumsel Babel Ditahan Kejati, Kasus Korupsi Kredit Macet
-
63 Pegawai Pemko Batam Menduduki Jabatan Baru
-
11 Pesona Ayu Aulia: Ngaku Simpanan Pejabat, Kini Dekat dengan Zikri Daulay
-
Pemerintah Bangun 7.075 Rumah Susun Selama 2021
-
Terungkap Fakta Ayu Aulia, Pernah Suka dengan Perempuan
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Konsumsi Pertamax Melonjak 20 Persen Sepanjang 2025, BBM Ramah Lingkungan Makin Diminati
-
Rem Darurat Pinjol! OJK Batasi Utang Maksimal 30% Gaji Mulai 2026
-
Aset Pengguna Tokocrypto Tembus Rp5,8 Triliun, Diaudit Teknologi Canggih!
-
Harga Pangan Nasional Terus Melandai, Cabai hingga Bawang Merah Kompak Turun
-
BRI Peduli Berdayakan Penyandang Disabilitas Lewat Pelatihan dan Pemagangan Strategis
-
Harga Minyak Melandai: Antara Krisis Iran dan Ekspor Baru Venezuela
-
Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen
-
Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS
-
Emas Antam Melesat ke Harga Tertinggi, Hari Ini Tembus Rp 2.631.000 per Gram