Suara.com - Calon emiten PT Champ Resto Indonesia Tbk optimistis pada tahun ini kinerja keuangan mereka akan berbalik untung setelah pada 2021 masih mencatatkan rugi sebesar Rp 53,08 miliar.
Direktur Champ Christopher Supit mengatakan, Perekonomian Indonesia akan semakin membaik setelah dua tahun porak-poranda dilanda Pandemi Covid-19. Apalagi, kata dia, Pemerintah Indonesia terbilang cukup baik dalam melakukan pengendalian penularan Virus Corona.
"Kita optimistis bahwa tahun ini kinerja keuangan akan jauh lebih membaik. Program-program pengendalian yang dilakukan pemerintah seperti halnya vaksinasi sangat baik, sehingga laju penularan bisa ditekan cukup rendah, sehingga diharapkan kondisi perekonomian akan semakin membaik," kata Supit dalam konfrensi pers public expose di Jakarta, Kamis (13/1/2022).
Sehingga kata dia, Champ Resto Indonesia tidak mau ketinggalan atas akselerasi pertumbuhan ekonomi yang kian pulih ini dan akan melakukan penawaran perdana saham pada bulan depan.
"Kinerja kami sudah berjalan sesuai jalur (in track) untuk mengikuti perkembangan ekonomi. Kita lihat pada kuartal IV 2021 kinerjanya hampir sama dengan kondisi pada kuartal IV 2019 sebelum pandemi," katanya.
Berdasarkan prospektus perseroan, Champ Resto Indonesia tercatat masih membukukan rugi bersih sebesar Rp 53,08 miliar per November 2021. Adapun total pendapatan pada periode yang sama mencapai Rp 672,79 miliar.
Sebelumnya PT Champ Resto Indonesia Tbk berencana menggelar aksi korporasi tersebut. Pemilik restoran dengan merek dagang Gokana dan Raa Cha yang hampir sebagian besar ada di sejumlah tempat perbelanjaan ini bersiap untuk melepas sekitar 666 juta lebih lembar saham mereka kepada publik atau sekitar 30 persen.
Rinciannya, sebanyak 222 juta merupakan saham baru, dan sebanyak 444 juta merupakan saham biasa atas nama Barokah Melayu Foods Pte. Ltd, sebagai pemegang saham penjual atau saham divestasi.
Saham yang ditawarkan kepada masyarakat dibanderol dengan rentang Rp 800 sampai dengan Rp 950. Dengan demikian dana yang terkumpul dari para investor ini ditargetkan akan mencapai Rp 633 miliar yang terdiri dari Rp 211 miliar saham baru dan Rp 422 miliar dari penawaran saham lama.
Baca Juga: Direktur BEI Pastikan Bisnis Broker Saham Makin Semarak, Tapi Butuh Modal Besar
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini Mekanismenya
-
Harga Emas Akhir Pekan Stabil, Pegadaian Sediakan Berbagai Variasi Ukuran
-
Cek Aktivasi Rekening PIP 2026 Agar Dana Bantuan Tidak Hangus
-
Lowongan Kerja Lion Air Group Terbaru 2026 untuk Semua Jurusan
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM