Tak sedikit penyandang disabilitas menggunakan marketplace dan memakai jasa ekspedisi agar pesanan mereka bisa sampai di tangan.
Para penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan orang normal untuk mendapatkan layanan umum yang baik. Kehadiran marketplace dan ekspedisi ramah disabilitas tentu sangat diperlukan.
Robandi menyarankan marketplace dan ekspedisi bisa meningkatkan pelayanannya agar ramah terhadap disabilitas. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan identifikasi awal dengan menyediakan form disabilitas bagi pemesan jasa mereka. Sehingga, proses pengiriman paket bisa menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan disabilitas.
"Misal pelanggan teman tuli, berarti kurir yang datang bisa menghubungi melalui panggilan video atau pesan, bukan telepon karena sulit komunikasinya. Lalu tempelan resi di paket bisa diberi huruf braile agar bisa dibaca penyandang tuna netra," paparnya.
Sementara itu, Vice President of Marketing JNE, Eri Palgunadi menegaskan, JNE memiliki kepedulian yang tinggi terhadap para penyandang disabilitas.
Salah satu wujud nyata kepedulian JNE terhadap penyandang disabilitas adalah dengan mempekerjakan beberapa pegawai disabilitas tuna netra dan disabilitas lainnya di perusahaan yang telah berdiri selama 31 tahun itu.
"JNE sangat peduli terhadap penyandang disabilitas, ada beberapa pegawai JNE penyandang disabilitas yang bekerja di JNE cukup lama," ujar Eri kepada Suara.com.
Potret kepedulian JNE terhadap para penyandang disabilitas juga telah dibukukan dalam buku bertajuk Bahagia Bersama karya Kang Maman Suherman yang diterbitkan pada 2021 oleh penerbit Grasindo.
Terkait layanan JNE, ada lebih dari 350 ribu member JNE Loyalty Card dengan ribuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tergabung di dalamnya. Selain itu, ada 40 ribu UMKM di bidang kuliner yang tergabung dalam Pesona JNE (Pesanan Oleh-oleh Nusantara).
Pada awal pandemi Covid-19, Eri mengaku terjadi penurunan di seluruh sektor. Seiring berjalannya waktu kebutuhan pengantaran barang justru semakin meningkat di tengah pandemi.
JNE terus melakukan pengembangan dan pembangunan, seperti membangun Mega Hub yang dilengkapi dengan mesin sortir besar berbasis teknologi canggih hingga meningkatkan jaringan dan infrastruktur untuk menunjang kapasitas pengiriman barang yang terus bertambah.
Untuk mendukung digitalisasi UMKM, JNE juga sudah mengembangkan sektor teknologi dan informasi lewat terobosan aplikasi MyJNE maupun situs resmi JNE.
"Pelanggan bisa mengetahui keberadaan paket dan estimasi waktu serta lokasi titik layanan dengan mobile apps itu," tuturnya.
Berita Terkait
-
Kisah Para Peserta Disabilitas di Mudik Gratis BUMN 2026: Kami Bahagia
-
Guru SLB di Yogyakarta Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Siswi Disabilitas
-
MK Putuskan Penyakit Kronis Masuk Kategori Disabilitas, Kabar Baik Bagi Pejuang Autoimun dan Saraf
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Kisah Perjalanan YouthID: Saat Anak Muda Menembus Batas, Mendengar Suara Disabilitas di Aceh
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Ini Daftar Terbarunya
-
Emas Antam Tiba-tiba Mahal Lagi, Harganya Tembus Rp 2,9 Juta/Gram
-
Rupiah Kembali Bangkit, Dolar AS Lemas ke Level Rp16.983
-
APBN Mulai Ngos-ngosan! Anggaran Rapat Hotel dan Perjalanan Dinas PNS Mau di Hemat, MBG Gas Terus
-
Dikuasai Asing, Pemerintah Mulai Benahi Industri Gim Lokal
-
Bidik Peluang ARA, IPO BSA Logistics (WBSA) Jadi Magnet Baru Investor Ritel
-
HIPMI Perkirakan Harga Pertamax Capai Rp 13.500, Begini Hitungannya
-
IHSG Dibuka Menghijau 1,43%, Simak Saham-saham yang Naik Pagi Ini
-
BPR Pembangunan Nagari Bangkrut, LPS Mulai Bayarkan Klaim Simpanan Nasabah
-
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini Usai Trump Sebut AS 'Tinggalkan' Perang Iran