Suara.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerima keluhan Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono ihwal kendala perizinan nelayan. Ganjar pun langsung menelepon Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.
"Saya udah minta tadi, direspon bagus banget. Tapi saya minta memang untuk didampingi. Jadi, nelayannya didampingi, terus nanti dari pak dirjen dengan stafnya menyiapkan," ujar Ganjar di kantor Gubernur Jateng, Semarang, Jateng.
Ganjar mengatakan, kendala perizinan itu menyebabkan penumpukan kapal di dermaga perikanan Kota Tegal, Jawa Tengah. Sebab, para nelayan tersebut tak bisa beroperasional.
"Kita minta agar dibantu oleh kementerian untuk dilakukan ya semacam permohonan mereka itu diskresi. Untuk satu trip ini dulu sambil mereka melengkapi perizinan," ucap Ganjar.
Sebagai informasi, beberapa hari ini terjadi penumpukan ratusan kapal nelayan di dermaga perikanan Kota Tegal. Sebab, para nelayan terbentur perizinan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia
-
Panduan Lengkap Cara Daftar Antrian KJP Pasar Jaya 2026 Secara Online
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?