Suara.com - Setiap memulai bisnis atau wirausaha perlu dilakukan riset dan dedikasi untuk mencapai kesuksesan, termasuk dalam hal perencanaan modal. Hal ini juga berlaku untuk modal mendirikan bengkel.
Untuk memulai bisnis bengkel, anda tidak hanya memerlukan mekanik dan mesin yang tepat untuk menjalankan operasional, tetapi juga harus menaruh minat besar pada domain periklanan, akuntansi, pemasaran, dan banyak bidang terkait agar dapat menjalankannya dengan sukses.
Oleh karena itu, bisnis bengkel ini perlu benar-benar memperhitungkan modal, hal ini penting direncanakan untuk meminimalkan biaya dengan benar di hari-hari awal. Sebisa mungkin modal awal harus minimal.
Bagi anda yang ingin memiliki bengkel, misalnya bengkel motor, pastikan sudah memperhitungkan modal mendirikan bengkel terlebih dulu. Berikut estimasi modal mendirikan bengkel motor.
1. Sewa lahan & renovasi
Estimasi menyewa lahan serta renovasi untuk mendirikan bengkel motor kira-kira sebesar Rp40 juta. Dana tersebut digunakan untuk menyewa tempat dan renovasi. Adapun rinciannya yaitu Rp30 juta untuk sewa ruko setahun dan Rp10 juta untuk renovasi.
2. Biaya peralatan
Mendirikan bengkel tentunya perlu memiliki peralatan yang dapat menunjang bengkel, baik itu bengkel motor maupun bengkel mobil. Adapun modal untuk peralatan umum bengkel yaitu total Rp3.485.000 dan peralatan khusus yaitu Rp2.600.000
3. Parts dan pelumas
Baca Juga: Menilik Bengkel Dadakan Bang Nyamuk Akibat Banjir di Jalan Letjen Suprapto: Dibayar Seikhlasnya
Selain itu, pastikan juga untuk menyediakan dana untuk sparepart kecil dan pelumas dengan total biaya sekitar Rp6.500.000, dengan rincian Rp3.500.000 untuk pelumas dan Rp3.000.0000 untuk spareparts.
4. Biaya operasional
Untuk modal operasional, berikut ini rincian biaya yang perlu dikeluarkan untuk mendirikan usaha bengkel motor. Total biaya operasional sekitar Rp2.460.000 dengan rincian seperti di bawah ini.
1. Upah karyawan 2 orang (mekanik dan admin): Rp480 ribu per bulan untuk masing-masing karyawan
2. Biaya listrik & telepon: Rp 500 ribu
3. Biaya lain-lain: Rp1 juta
Berita Terkait
-
Resmikan Bengkel SFOC di Bekasi, Federal Oil Punya Peran di Balap Moto2
-
Viral! Seluruh Pegawai Salat Berjamaah Sampai Dapat Kajian, Bengkel ini Tuai Pujian Warganet: Berkah Sekali
-
Aksi Pria Bule Tarik Sepeda Motor Endingnya Malah Bikin Ngakak, 'Kang Bengkel Girang Nih'
-
4 Cara Merawat Mesin Sepeda Motor agar Tetap Awet
-
Menilik Bengkel Dadakan Bang Nyamuk Akibat Banjir di Jalan Letjen Suprapto: Dibayar Seikhlasnya
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang