Suara.com - Platform belajar investasi Ternak Uang meluncurkan kampanye bertajuk Financial Take Off untuk memberikan edukasi seputar manajemen keuangan dan instrumen invetasi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengacu kepda kondisi ekonomi yang dialami generasi milenial cenderung lebih menantang dibandingkan dari generasi-generasi sebelumnya.
Dan hal ini disebabkan oleh dampak dari krisis keuangan nasional dan krisis keuangan global yang dialami di awal masa dewasa mereka.
Ditambah dengan terjadinya krisis ekonomi imbas pandemi yang masih terjadi hingga sekarang. Melalui kampanye ini, Ternak Uang berharap bisa mengajak generasi muda untuk bangkit dari keterpurukan krisis keuangan yang dihadapi.
CEO Ternak Uang Raymond Chin mengatakan, generasi milenial dan generasi Z telah berproses melewati krisis keuangan nasional, krisis keuangan global, hingga krisis keuangan di masa pandemi yang masih berlangsung.
Pasalnya, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan, literasi keuangan masyarakat secara umum pun masih rendah, tercatat hanya mencapai 38,03 persen.
"Kita semua perlu mengambil langkah nyata agar setiap masyarakat dapat memiliki kesempatan untuk bangkit dan memiliki masa depan yang lebih baik," ujar Raymond dalam acara Financial Take Off Bersama Ternak Uang ditulis, Minggu (27/2/2022).
Raymond menambahkan kaum milenial saat ini sudah sering sekali menghadapi krisis keuangan, dari tahun 1998, 2008 hingga krisis pandemi Covid-19.
"Belajar dari sejarah, krisis dapat terjadi dan berdampak bagi setiap level masyarakat, termasuk generasi muda," katanya.
Baca Juga: Belasan Ibu Rumah Tangga Lapor Polisi Diduga Jadi Korban Investasi Bodong di Gorontalo
Untuk itu kata Raymond melalui kampanye Financial Take Off, seluruh member Ternak Uang akan mendapatkan materi edukasi yang ekstensif meliputi topik-topik seputar personal finance, capital market, business & career, macroeconomy, banking & non banking products.
Sehingga kata dia penting untuk menyediakan akses terhadap sumber informasi yang kredibel dan terpercaya untuk membawa masyarakat mencapai kebebasan finansial.
"Melalui rangkaian layanan dan kegiatan yang akan kami hadirkan melalui Financial Take Off, kami berharap semakin banyak masyarakat Indonesia yang tergerak untuk meningkatkan literasi keuangannya dan bangkit mencapai kebebasan finansial mereka," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Belasan Ibu Rumah Tangga Lapor Polisi Diduga Jadi Korban Investasi Bodong di Gorontalo
-
Selebritas Endorser Produk Investasi Ilegal bisa Dijerat Pidana
-
Adi Samudra, Pedagang Ikan Asin Bermodal Rp1 Juta Raup Cuan 500 Persen Dari Main Saham
-
Para Korban Binomo Beberkan Aset Indra Kenz yang Mencapai Rp 86,4 Miliar
-
Reksadana: Pengertian, Cara Investasi dan Fungsi Instrumen
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru