Suara.com - Buyback saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) viral diperbincangkan warganet.
Bank pelat merah dengan nilai aset terbesar ini jadi trending topic nomor 5 di Twitter.
"Banyak amat buyback nya ya #BRIBuyBack3Triliun. Para lord sahamology ikut memantau $BBRI nih kayaknya :)," tulis Enda Nasution, yang di kenal sebagai Bapak Blogger Indonesia ini di akunnya @enda dikutip Senin (7/3/2022).
Selain itu, netizen mengatakan aksi BBRI tersebut memberikan untung alias cuan ke semua pihak, baik masyarakat, nasabah, karyawan, pemilik saham hingga negara.
"#BRIBuyBack3Triliun dengan skema management and employee stock option program. Kepemilikan saham oleh manajemen dan karyawan memberikan semangat mereka untuk meningkatkan kinerja. Yang untung siapa? Nasabah dari peningkatan pelayanan. Pemilik saham dari deviden. Masyarakat dari pajak dan CSR. mantap," tulis akun @Mami****.
Tak hanya di Twitter, sambutan positif investor juga tercermin dari kenaikan saham BBRI yang mencapai Rp4670 pada penutupan perdagangan Jumat (4/3/2022).
Nilai tersebut naik 2,41% dibanding harga pembukaan. Naik 6,4% dibanding minggu sebelumnya, dan naik 13,1% dalam sebulan.
Seperti diketahui, BBRI telah mengantongi restu pemerintah melakukan pembelian kembali (buyback) saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan jumlah nilai sebesar-sebesarnya Rp3 triliun.
"Buyback dilakukan dengan tujuan meningkatkan kepemilikan saham BBRI oleh pekerja, sehingga diharapkan dapat mendorong kontribusi pekerja BRI lebih optimal terhadap pencapaian target dan peningkatan kinerja perseroan," jelas Direktur Utama BBRI Sunarso.
Baca Juga: KUR Mikro BRI Sepanjang 2021 Didominasi Sektor Produktif, Capai 47 Persen
Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. menambahkan bahwa sesuai POJK buyback harus diselesaikan dalam kurun waktu 18 bulan sejak 1 Maret 2022.
"Kapan periode pembeliannya? Nah, ini termasuk salah satu strategi yang memang nanti akan kita diskusikan bersama dengan konsultan independen," kata Vivi.
Untuk waktu periode pembeliannya akan memperhatikan yakni yang pertama fluktuasi harga BRI, kemudian yang kedua kondisi capital market dan yang ketiga tujuan buyback nanti akan dialihkan untuk program pekerja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut
-
Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat
-
Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen
-
Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998
-
IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi
-
Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!
-
Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih
-
Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera
-
LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan
-
Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!