Suara.com - Selaras dengan percepatan realisasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDGs) di Indonesia, salah satu target pemerintah untuk mendukung perencanaan tersebut adalah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Selain karena kemajuan era dan meningkatnya kebutuhan industri dalam negeri terhadap talenta berkualitas setiap tahunnya (diperkirakan meningkat sebanyak 600.000 orang), peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul juga diperlukan untuk menghadapi era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity).
Talenta diharapkan dapat memiliki keterampilan lebih, kemampuan beradaptasi dan bekerja secara cepat, efisien dan tangkas. Kapabilitas talenta yang seperti ini kedepannya juga akan memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan.
Di samping pemahaman dan bakat secara teknis yang terkait dengan industri, peningkatan kompetensi talenta yang diharapkan juga meliputi adanya kesadaran diri (Self-Awareness), pertumbuhan pola pikir (Growth Mindset), kecerdasan emosional (Emotional Intelligence), pembelajaran seumur hidup (Lifelong Learner), dan penyesuaian yang cepat dengan budaya perusahaan.
Menjawab kebutuhan tersebut, Karya Talents hadir sebagai perusahaan penyaringan dan penyaluran talenta yang memiliki unique algorithm dengan sistem yang lebih customized dan algoritma yang akan disesuaikan.
Selain mencocokkan pengalaman kerja dengan lapangan pekerjaan yang tersedia, Karya Talents juga mencari perpaduan unik antara kepribadian dan keterampilan calon pelamar kerja dengan menggunakan tes asesmen yang disebut VIP (Value, Personality, Interest).
Misi Karya Talent berfokus pada pertumbuhan pola pikir (Growth Mindset) dan kecerdasan emosional (Emotional Intelligence). Melalui tes VIP ini, Karya Talents ingin membantu calon pelamar memahami diri mereka secara mendalam, serta membantu perusahaan mendapatkan kandidat yang memiliki value kerja yang sesuai dengan value perusahaan.
Selain itu, Karya Talents juga menyediakan pelatihan kepada pelamar kerja yang bergabung dalam jaringan Karya Talents untuk meningkatkan kompetensi di bidang masing-masing.
“Kami melihat bahwa sejauh ini belum ada yang menaruh perhatian yang akurat dalam hal menemukan talenta yang tepat. Oleh karena itu visi kami dalam membentuk Karya Talents adalah ingin membantu perusahaan mendapatkan talenta yang tepat. Mereka perlu menjaga keseimbangan perusahaan agar bisa terus survive di era ini. Salah satunya dengan memiliki talenta yang tepat di bidangnya. Karya Talents memastikan kualitas talenta yang telah kami referensikan dapat mendukung perusahaan dalam menjaga ketahanan terlebih dalam situasi yang sulit saat ini,” kata Chairman dan Co-Founder dari Karya Talents, DR. Suparno ditulis Rabu (9/3/2022).
Baca Juga: Persiapan Hino Memasuki Era Euro 4, Matangkan Teknologi Hingga SDM
Suparno juga menjelaskan bahwa Karya Talents dalam hal ini tidak hanya memberikan informasi ketersediaan lapangan pekerjaan kepada calon pelamar ataupun menyediakan talenta terbaik bagi perusahaan yang membutuhkan, namun memastikan penyaringan, pembekalan, pelatihan dan penyaluran yang paling tepat.
“Oleh karena itu, diawal tahun 2022 ini Karya Talents memperkenalkan KT 300 Club, salah satu program terbaru yang kami rancang untuk menghasilkan talenta terbaik yang dibutuhkan. KT 300 Club merupakan wadah tempat berkumpulnya para talenta berpotensi dari berbagai bidang pekerjaan. Asses (Penilaian), Consult (Konsultasi), Equip (Memperlengkapi), dan Empower (Pemberdayaan) menjadi 4 pilar yang melengkapi program ini guna memastikan para talenta tidak hanya bertemu dengan lapangan pekerjaan yang tepat, tidak hanya kompeten secara teknis dan emosional, namun juga memiliki pola pikir yang terus berkembang serta kemampuan beradaptasi baik terhadap tanggung jawab yang lebih besar ataupun budaya organisasi.” tuturnya.
4 pilar yang diusung KT 300 Club memiliki kelebihan dan keunikan masing-masing. Untuk pilar Asses, Karya Talents memiliki skema yang disebut VIP (Value, Interest, Personality).
Ini menjadi tahapan awal di mana calon pelamar akan diajak untuk memiliki self-awareness; mengetahui potensinya dan melihat blindspot yang dimiliki. Dari penilaian yang telah dilakukan, akan muncul hasil berbentuk Candidate Profil Reports.
Hasil ini berisi data lengkap yang akan diberikan kepada perusahaan agar mereka mengetahui bagaimana calon pelamar tersebut "Fit right" (cocok/ tepat) dengan perusahaannya, dan juga sebagai tolak ukur untuk membuat keputusan mempekerjakan.
Pilar kedua ialah Consult. Pada tahapan ini talenta akan digali lebih dalam secara case-by-case dalam hal personality, emotional intelligence, strong points, weakness, areas of development, communication style, dan masih banyak lagi, yang akan dibahas berdasarkan Result VIP Assessment yang sudah diterima dari tahapan Asses. Sesi ini akan dilakukan dengan Professional Career Consultation.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan