Suara.com - Rencana pemerintah yang mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) final pada sektor jasa kesehatan dan pendidikan memancing berbagai respon dari beberapa kalangan, salah satunya pengamat ekonomi dari enter of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet.
Menurut dia, saat ini memang ada ruang peningkatan PPN yang ditunjukkan oleh c-efficiency Indonesia yang lebih kecil dibandingkan negara lain di Asia Tenggara.
Sehingga, jika pemerintah ingin merubah PPN melalui UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) tentu terbuka lebar. Namun, jika membahas sektor kesehatan dan pendidikan maka tentu perlu pertimbangan lebih.
Dikabarkan sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui pemerintah akan mengenakan PPN final pada barang atau jasa kena pajak sebesar 1 persen, dua persen, atau tiga persen.
"Barang atau jasa di mana kita bisa menerapkan tarif PPN final, itu bisa pendidikan, kesehatan, atau bidang yang memberikan atau diberikan kekhususan oleh pemerintah,” kata Sri Mulyani kala itu.
Sektor kesehatan dan pendidikan adalah kebutuhan dasar yang dibutukan masyarakat sehingga tentu sangat berdampak pada warga pada umumnya. PPN ini tentu membutuhkan pertimbangan lebih untuk melihat dampaknya di masa depan.
Berita Terkait
-
Coba Lakukan 4 Olahraga di Pagi Hari dan Rasakan Manfaatnya
-
Mensos Risma Ajak Masyarakat Segera Lapor SPT Tahunan
-
6,1 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Hingga Hari Ini
-
Viral Video Doni Salmanan Geragapan Dicecar Bamsoet soal Pajak, 'Interogasi Berkedok Podcast'
-
Waduh, Kasus Pasien Covid-19 Yang Meninggal Dunia di Kabupaten Karawang Bertambah Jadi 1.985 Orang
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Bank Emas Pegadaian Genap Berusia Satu Tahun, Bertekad Menata Masa Depan Investasi Emas Indonesia
-
YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan, Berbagi Berkah Sepanjang Ramadan 1447 H
-
Kisruh Beasiswa LPDP, Waktunya Evaluasi Sistem?
-
Airlangga Pastikan Tarif Dagang Indonesia dan AS Turun ke 15 Persen, Berlaku 90 Hari
-
ESDM Lobi-lobi AS Agar Sel Paner Surya RI Tak Kena Bea Masuk 104%
-
Kemenperin Catat Industri, Kimia dan Tekstil Lagi Loyo di Februari
-
IHSG Nyaris Stagnan pada Perdagangan Jumat, Tapi 352 Saham Meroket
-
BNBR Gelar Rights Issue 90 Miliar Saham, Perkuat Struktur Modal dan Ekspansi CCT
-
Rupiah Loyo ke Level Rp 16.787/USD di Tengah Aksi Jaga Investor
-
Ekonomi Digital RI Makin Gurih, Setoran Pajak Tembus Rp47,18 Triliun