Suara.com - Sektor pertanian Indonesia butuh perhatian khusus, karena rendahnya minat generasi Z untuk menggeluti sektor ini. Penerapan digitalisasi di sektor pertanian bisa menjadi salah satu solusinya.
President University (PresUniv) meluncurkan Program Studi (Prodi) terbarunya, yakni Prodi Agribisnis. Prodi baru ini akan bernaung di bawah Fakultas Bisnis.
Dengan hadirnya prodi baru ini, Fakultas Bisnis akan mengelola lima prodi S1, yaitu Akuntansi, Administrasi Bisnis, Manajemen, Ilmu Aktuaria, dan Agribisnis, serta satu prodi S2, yaitu Master of Management in Technology.
Acara peluncuran prodi baru yang diselenggarakan secara daring ini dihadiri oleh siswa-siswi SMA dari berbagai provinsi di Indonesia. Hadir pula dalam acara tersebut Dr. Josep Ginting, SE, MM, Wakil Rektor bidang Pengembangan Usaha, dan Maria Jacinta Arquisola, Ph. D, MHRM, Dekan Fakultas Bisnis, serta Daud Novel Leonardo, Wakil Presiden Commercial, TaniHub Group, yang juga alumni dari Fakultas Bisnis, PresUniv.
TaniHub adalah startup yang bergerak dalam bidang agribisnis yang berbasis teknologi.
“Hadirnya Prodi Agribisnis adalah bentuk keseriusan PresUniv untuk ikut berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai masalah di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya adalah masalah pangan,” kata Josep Ginting, pada acara peluncuran Prodi Agribisnis, ditulis Senin (21/3/2022).
Hadirnya Prodi Agribisnis ini disambut gembira oleh para pelaku usaha. Dalam acara focus group discussion (FGD) Jacinta Arquisola memaparkan bahwa Prodi Agribisnis di PresUniv mengusung konsep integrated urban farming dengan dua konsentrasi, yaitu Digital Agribusiness dan Agribusiness Ecotourism.
“Konsentrasi itu kami pilih dengan mempertimbangkan letak kampus PresUniv yang berada di jantung kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, yakni kawasan industri Jababeka. Di kawasan ini ada lebih dari 1.750 perusahaan nasional maupun multinasional dari berbagai negara di seluruh dunia.” kata Jacinta.
Selain itu, papar Jacinta, Prodi Agribisnis juga akan menjalin kerja sama dengan Grup Jababeka.
Baca Juga: Alumni IPB Diharap Majukan Sektor Pertanian, Perkebunan dan Peternakan di Sumut
“Kami akan berkolaborasi untuk memanfaatkan berbagai fasilitas yang sudah dikembangkan Jababeka, seperti yang berlokasi di Kabupaten Morotai, Provinsi Maluku Utara, dan Tanjung Lesung di Provinsi Banten. Kebetulan lokasi itu sudah dinobatkan oleh pemerintah sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” katanya.
Menurut Dr. Ir. Yunita Ismail Masjud, M. Si, dosen Prodi Agribisnis, PresUniv, lokasi kampus yang berada di tengah-tengah kawasan industri membuat Prodi Agribisnis memiliki posisi yang unik, karena bisa dikembangkan ke arah ekowisata atau wisata agribisnis yang ramah lingkungan.
“Dengan lokasi kampus yang berada di kawasan industri seluas 5.600 hektar, akan ada banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran bagi seluruh mahasiswa Prodi Agribisnis.” kata Yunita.
Agribisnis Indonesia Butuh Peran Anak Muda
Para pelaku usaha yang ikut serta dalam acara FGD menyambut gembira kehadiran Prodi Agribisnis ini.
“Saya tidak menyangka ada perguruan tinggi yang masih mau membuka Prodi Agribisnis di tengah menurunnya minat anak-anak muda untuk terjun di sektor pertanian. Ini tentu angin segar bagi kami sebagai pelaku usaha.” kata Deeng Santoyo, Head of Partnership & Social Impact di TaniHub.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum
-
Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian
-
Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora
-
Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar
-
Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026
-
1 Juni 2026 Masa Transisi, Tapi Petinggi Danantara Sumberdaya Indonesia Belum Diumumkan
-
Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Purbaya Minta Pegawai Kemenkeu Terapkan Nilai Pancasila untuk Kelola Keuangan Negara
-
Aturan DHE SDA Berlaku Hari Ini, Purbaya Minta Kepatuhan Repatriasi Wajib 100 Persen