Suara.com - Pemerintah dianggap lemah dan tidak mampu mengendalikan para produsen minyak goreng sawit (MGS) yang membangkang. Bahkan, menurut anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, pemerintah juga tidak berani menindak tegas pengusaha yang melanggar aturan.
"Negara memiliki mandat secara struktural yang bersifat memaksa. Memiliki regulasi, aparat penegak hukum, aparat pajak, sistem insentif dan disinsentif dalam rangka menegakkan aturan main bernegara (rule of the game)," kata Mulyanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (11/4/2022).
Kader PKS ini juga menyebut, negara harus bergerak untuk melindungi rakyat dan tidak boleh terlihat lemah dan kalah di hadapan pengusaha MGS nakal.
"Ini kan lucu. Melihat pelanggaran yang ada, Pemerintah cuma bisa mengimbau atau menyindir-nyindir," ujar dia.
Mengutip Warta Ekonomi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, ada75 perusahaan yang terdaftar sebagai produsen MGS curah.
Dari total 81 perusahaan yang ditarget, sebanyak 55 perusahaan telah mulai memproduksi. Rata-rata produksi dan distribusi mencapai 4.640 ton per hari. Selebihnya, 26 perusahaan tidak terdaftar dan tidak memproduksi.
Menteri BUMN, Erick Thohir juga hanya menyindir perusahaan swasta untuk tidak jadi orang asing di negeri sendiri sehingga tak mau membantu masyarakat yang kesusahan.
Secara terpisah, Kementerian Perindustrian melaporkan, seluruh perusahaan pemilik nomor registrasi SIINAS telah memproduksi dan mengalokasikan minyak goreng curah sekitar 2 kali lipat dari kebutuhan harian nasional .
"Sekarang baru ketahuan kalau data yang ada selama ini hanya sekadar perkiraan alias prediksi yang jauh dari akurat. Data mutakhir memperlihatkan bahwa produksi MGS curah hanya 4 ribu ton per hari atau sekitar setengah dari kebutuhan masyarakat. Apalagi di saat bulan Ramadan, kebutuhan MGS diperkirakan meningkat," kata Mulyanto.
Baca Juga: Pedas! Soroti Persoalan Minyak Goreng, Pria Ini Minta Erick Thohir Buat BUMN Baru Pertamigor
"Jadi, jangan heran kalau harga MGS curah masih di angka Rp19.950 per kg (data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, per 10/4) jauh di atas HET yang Rp15.500 per kg. Kalau begini cara kerja Pemerintah, wajar kalau dipermainkan mafia MGS," ujarnya lagi.
Berita Terkait
-
Istana Ditutup, Emak-emak Orasi di Depan Barikade Polisi: Jangan Halangi Mahasiswa, Sama Saja Ngajak Ribut!
-
Usai Long March, Ribuan Mahasiswa di Depan Gedung DPR: Rapatkan Barisan!
-
Daftar Titik Perbatasan Tangerang-Jakarta Dijaga Polisi Antisipasti Pelajar Ikut Demo Mahasiswa 11 April
-
Ribuan Mahasiswa Tiba di Gedung DPR, Orator: Rapatkan Barisan Kawan-kawan, Jangan Sampai Ada Penyusup
-
Pedas! Soroti Persoalan Minyak Goreng, Pria Ini Minta Erick Thohir Buat BUMN Baru Pertamigor
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Tak Hanya Sawit dan Kopi, Tembakau Dinilai Layak Jadi Komoditas Prioritas Pemerintah
-
Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah
-
Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS
-
Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang
-
PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya
-
Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI
-
Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera
-
Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin
-
Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN
-
Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS