Suara.com - Rekayasa lalulintas diberlakukan di sejumlah titik di sekitar Bandara Soekarno-Hatta mulai Selasa (10/5/2022) lalu guna mengantisipasi adanya lonjakan jumlah kendaraan hingga berdampak kemacetan.
Disampaikan oleh Kasatlantas Polresta Bandara Soetta Kompol Bambang AS, rekayasa lalin diberlakukan dengan menerapkan kanalisasi lalu lintas di jalan P1 dari Jakarta arah Bandara Soetta dan di jalan P2 dari Bandara Soetta menuju arah Jakarta.
"Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan terjadinya kecelakaan lalu-lintas, khususnya meminimalisir kejadian Laka Lantas di area tikungan lama Bandara Soekarno Hatta, karena menurut data yang ada, kecelakaan lalu-lintas sering terjadi di areal tersebut," kata Kompol Bambang.
Pihaknya juga menegaskan rekayasa lalu lintas mungkin terus diberlakukan secara situasional serta terus berupaya mencegah terjadinya kecelakaan.
Ia berharap, pengguna jasa Bandara Soetta dan karyawan untuk patuh pada peraturan lalu lintas saat berkendara demi keamanan bersama.
"Mengingat masyarakat yang tertib berlalu-lintas adalah representasi atau cermin budaya bangsa. Dan diimbau kepada pegawai yang bekerja di instansi wilayah Bandara Soetta untuk menjadi pelopor lebih disiplin bahkan menjadi teladan masyarakat pengguna jasa Bandara dalam tertib berlalu-lintas," pesannya.
Berita Terkait
-
Jalur Medan-Berastagi Sudah Bisa Dilalui, Sempat Macet Total Gegara Tiang Listrik dan Pohon Tumbang
-
Terpopuler: Atta Bela Gen Halilintar Yang Dianggap Tak Pernah Jenguk Ameena, Video Pasangan Mesum di Mobil Pick Up
-
Libur Lebaran Telah Usai, Pospam Bekasi Sebut Arus Lalin Mulai Normal, Kemarin 7.618 Kendaraan Balik ke Jakarta
-
Tiang Listrik dan Pohon Tumbang Bikin Jalur Medan - Berastagi Macet, Satu Truk Ringsek Tertimpa
-
Jalur Medan-Berastagi Macet Total Akibat Pohon Tumbang di Sibolangit
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
-
Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja
-
Tukar Uang di BCA Minimal Berapa? Ini Tata Cara Jelang Ramadan 2026